MEDIA EMITEN – Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin 19 Septeber 2022 ditutup naik 26,62 poin atau 0,37% ke level 7.195,49. IHSG berhasil menguat saat bursa saham Asia mayoritas terkoreksi karena kekhawatiran langkah Fed yang hawkish.
Pasar mencermati kebijakan bank sentral utama, yakni Federal Reserve dan Bank Of Japans yang akan mengadakan pertemuan untuk memutuskan suku bunga.
Pertemuan dua hari The Fed akan dimulai Selasa, dengan sebagian besar pelaku pasar mengharapkan kenaikan 75 basis poin lagi oleh bank sentral. Beberapa analis, bagaimanapun, berpendapat The Fed dapat menaikkan suku bunga satu poin penuh, atau 100 basis poin.
Mayoritas bursa saham regional Asia terkoreksi, antara lain Indeks Hang Seng melemah 195,72 poin atau 1,04% ke 18.565,97, Indeks Shanghai turun 10,8 poin atau 0,35% ke 3.115,6, dan Indeks Straits Times terkoreksi 11,98 poin atau 0,37% ke 3.256,31. Sedangkan bursa Jepang libur.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
IHSG berhasil menguat karena asing masih memburu saham-saham perbankan bluechip. Net buy terbanyak yaitu saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 302,68 miliar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 225,47 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 128,02 miliar.
Hingga penutupan, asing mencatatkan net foreign buy di seluruh pasar sebesar Rp 98,08 miliar. Namun di pasar reguler tercatat aksi jual asing atau net foreign sell sebesar Rp 40,36 miliar.
Dibuka menguat, IHSG bergerak fluktuatif sepanjang sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG mayoritas bergerak di teritori positif sampai penutupan bursa saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, enam sektor terkoreksi dengan sektor energi transportasi & logistik paling dalam 1,86%, diikuti sektor energi dan sektor teknologi masing-masing turun 1,83% dan 1,82%.
Sedangkan lima sektor meningkat dengan sektor kesehatan naik paling tinggi 1,22%, diikuti sektor barang konsumen non primer dan sektor infrastruktur masing-masing naik 0,57% dan 0,31%.
Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu LEAD, SEMA, WINS, SLIS, dan SMDM. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni DEWA, INDX, BRMS, BIPI, dan BUMI.







