MEDIA EMITEN – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) berhasil ditutup menguat 16,59 poin atau 0,24% ke posisi 6.831,12 pada akhir perdagangan Senin 17 Oktober 2022.
Kenaikan IHSG ditopang reboundnya saham unggulan kelompok LQ45 yang tercatat naik 5,93 poin atau 0,61% ke posisi 972,67.
Meskipun demikian, asing tercatat masih melakukan penjualan dengan net foreign sell sebesar Rp 392,46 miliar di pasar reguler. Sedangkan di seluruh pasar terjadi net foreign buy Rp 2,39 triliun karena adanya crossing saham DNET senilai Rp 2,64 triliun di pasar negosiasi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Net foreign sell terbanyak antara lain saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 191,71 miliar PT Astra International Tbk (ASII) Rp 154,23 miliar, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 73,99 miliar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 55,33 miliar, dan PT Sarana Menara Tbk (TOWR) Rp 50,41 miliar.
Sedangkan saham-saham yang dibeli asing dan mencatatkan net foreign buy terbanyak antara lain, saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 42,89 miliar, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) Rp 37,66 miliar, PT Bank Jago Tbk (ARTO) Rp 26,30 miliar, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) Rp 23,36 miliar, dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) Rp 22,50 miliar.
Fokus pasar masih dipengaruhi sentimen global seiring kekhawatiran resesi dunia dan sikap agresif Bank Sentral AS (The Fed) untuk memerangi inflasi dengan menaikkan suku bunga acua pada pertemuan awal November nanti.
Dari dalam negeri, sentimen positif datang dari rilis BPS yang mencatat neraca perdagangan barang Indonesia surplus US$ 4,99 miliar pada September 2022, dengan nilai ekspor US$ 24,8 miliar dan impor US% 19,81 miliar.
Dibuka melemah, IHSG menghabiskan waktu di zona merah sepanjang sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG awalnya masih melemah namun beranjak ke teritori positif dan bertahan sampai penutupan bursa saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, enam sektor terkoreksi dengan sektor transportasi & logistik turun paling dalam 1,92%, diikuti sektor properti dan sektor perindustrian masing-masing turun 1,31% dan 1,23%.
Sedangkan lima sektor meningkat dengan sektor kesehatan naik paling tinggi 0,95%, diikuti sektor barang baku dan sektor energi masing-masing naik 0,8% dan 0,1%.
Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu INDO, BRMS, MARI, TAYS, dan SICO. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni ARTO, UNTR, MDKA, TOWR, dan INCO.
Baca Juga:
Reconova Debut di Ajang PTE Asia 2026, Dorong Ekspansi Smart Aviation Berbasis Embodied Intelligence
Hollyland WeConnect 2026 Soroti Hal yang Tak Tergantikan di Era AI
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.107.053 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 28,74 miliar lembar saham senilai Rp14,47 triliun. Sebanyak 153 saham naik, 411 saham menurun, dan 120 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain Indeks Nikkei melemah 314,97 atau 1,16 persen ke 26.775,79, indeks Hang Seng naik 25,21 atau 0,15 persen ke 16.612,9, Indeks Shanghai meningkat 12,95 poin atau 0,42 persen ke 3.084,94, dan Indeks Straits Times melemah 18,48 poin atau 0,61 persen ke 3.021,13.








