MEDIA EMITEN – Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melonjak 122,37 poin atau 1,76% menjadi 7.089,21 pada akhir perdagangan Jumat 11 November 2022. Saham sektor teknologi berkibar setelah selama ini menyelam dalam, memanfaatkan penurunan yield obligasi AS.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sektor teknologi tercatat mengalami penguatan paling tajam, yakni 4,35% diikuti saham material dasar 2,51%, saham keuangan 2,30%, saham infrastruktur 0,88%. Sementara itu, tiga sektor terkoreksi, yaitu saham industri dengan penurunan 0,58%, sektor kesehatan 0,90%, dan sektor transportasi.
Tim Riset Phillip Sekuritas menjelaskan, penguatan IHSG seiring dengan kenaikan mayoritas saham di kawasan Asia karena eforia data inflasi AS menunjukkan pelambatan. Ini membangkitkan harapan bank sentral AS The Federal Reserve mungkin memperlambat rencana kenaikan suku bunga acuan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Data memperlihatkan inflasi (CPI) AS naik 7,7% (yoy) pada Oktober, kenaikan di bawah 8% untuk pertama kali sejak Februari dan tingkat inflasi terendah sejak Januari.
Sementara itu, imbal hasil (yield) Treasury turun tajam dengan imbal hasil Treasury 10-tahun turun sekitar 30 basis poin menjadi 3,81%, dan imbal hasil Treasury 2-tahun turun sekitar 30 basis poin menjadi 4,32% (1 basis poin sama dengan 0,01%).
Sentimen positif lainnya adalah sinyal Pemerintah Tiongkok akan melonggarkan kebijakan COVID-19, termasuk memperpendek masa karantina menjadi hanya dua hari dari tujuh hari bagi orang dengan kontak erat dan wisatawan asing.
Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu ZATA, ARTO, BSBK, GOTO, dan BUKA. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni NANO, ITMG, ENRG, ABBM, dan MEDS.
Baca Juga:
Wafra Raih Kemenangan Tiga Kategori di Global Islamic Finance Innovation Awards 2026
Sinergi Unggulan: Dreame Gandeng Cristiano Ronaldo sebagai Global Ambassador
Namun, penguatan IHSG hari ini justru disertai aksi jual oleh investor asing dengan merealisasikan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 660,66 miliar.
Lima saham dengan catatan net sell terbanyak, yaitu saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 545,67 miliar, PT Astra Interantional Tbk (ASII) Rp 145,23 miliar, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) Rp 129,77 miliar, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 109,15 miliar, PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) Rp 73,83 miliar.
Sedangkan lima saham dengan pembelian bersih (net foreign buy) terbanyak, yaitu saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) Rp 152,39 miliar, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) Rp 120,92 miliara, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp 95,27 miliar, PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) Rp 72,90 miliar, dan PT Bank Jago Tbk (ARTO) Rp 63,57 milliar.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.457.203 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 28,74 miliar lembar saham senilai Rp16,06 triliun. Sebanyak 327 saham naik, 198 saham menurun, dan 184 tidak bergerak nilainya.
Baca Juga:
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei menguat 817,47 atau 2,98% menjadi 28.263,57 indeks Hang Seng naik 1.244,62 atau 7,74% menjadi 17.325,66, indeks Shanghai meningkat 51,16 poin atau 1,69% ke 3.087,29, dan indeks Straits Times menguat 54,5 poin atau 1,72% ke 3.227,68.








