MEDIA EMITEN – Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) terkoreksi 11,38 poin atau 0,17% menjadi 6.768,32 pada akhir perdagangan Selasa (20 Desember 2022. Pelaku pasar berhati-hati karena dibayangi ketidakpastian ekonomi 2023.
Mayoritas indeks saham di Asia juga melemah. Investor mengantisipasi prospek suku bunga di AS naik lebih tinggi dari ekspektasi di tahun 2023. Di sisi lain, kenaikan suku bunga dikhawatirkan bisa mengakibatkan resesi global.
Dari Asia, bank sentral Jepang atau Bank of Japan (BoJ) mengejutkan pasar dengan perubahan dalam kebijakan pengendalian kurva imbal hasil.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
BoJ sekarang mengizinkan imbal hasil (yield) surat utang Pemerintah Jepang (JGB) bertenor 10 tahun naik menjadi sekitar 0,5% dari sebelumnya 0,25%. Meskipun demikian, BoJ tetap mempertahankan target yield JGB bertenor 10 tahun di nol persen.
Dibuka melemah, IHSG terus bergerak di zona merah sepanjang penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG mayoritas masih bergerak di teritori negatif sampai penutupan bursa saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, delapan sektor terkoreksi dimana sektor barang baku dan sektor teknologi turun paling dalam yaitu masing-masing minus 3,3%, diikuti sektor properti & real estat minus 1,1%.
Sedangkan tujuh sektor meningkat dimana sektor energi naik paling tinggi yaitu 1,59%, diikuti sektor barang konsumen non primer dan sektor barang konsumen primer masing-masing 0,5% dan 0,08%.
Baca Juga:
Lancia Consult Raih Great Place To Work® Certification™ di Empat Negara
COMAU RAIH “OUTSTANDING PARTNER AWARD”, HORSE POWERTRAIN PRODUKSI TIGA JUTA UNIT TRANSMISI
Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu NZIA, TRIN, KRYA, BYAN, dan ESTA. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni BBYB, PNLF, GPSO, WIRG, dan BSBK.
Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi jual saham oleh investor asing di seluruh pasar yang ditunjukkan dengan jumlah jual bersih asing (net foreign sell) di seluruh pasar sebesar Rp 39,43 miliar. Sedangkan di pasar reguler tercatat aksi jual asing dengan jumlah jual bersih Rp 120,7 miliar.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.028.447 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 20,82 miliar lembar saham senilai Rp14,84 triliun. Sebanyak 168 saham naik, 359 saham menurun, dan 175 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei melemah 669,6 atau 2,46% ke 26.568,03, indeks Hang Seng turun 258,01 atau 1,33% ke 19.904,8, indeks Shanghai terkoreksi 33,35 poin atau 1,07% ke 3.073,77, dan indeks Straits Times melemah 2,64 poin atau 0,08% ke 3.253,97.







