IHSG Koreksi 0,17%, Pasar Dibayangi Ketidakpastian Ekonomi 2023

- Pewarta

Selasa, 20 Desember 2022 - 18:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

IHSG Koreksi 0,17%, Pasar Dibayangi Ketidakpastian Ekonomi 2023

Foto ilustrasi: Bursa Efek Indonesia/Dok

MEDIA EMITEN – Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) terkoreksi 11,38 poin atau 0,17% menjadi 6.768,32 pada akhir perdagangan Selasa (20 Desember 2022. Pelaku pasar berhati-hati karena dibayangi ketidakpastian ekonomi 2023.

Mayoritas indeks saham di Asia juga melemah. Investor mengantisipasi prospek suku bunga di AS naik lebih tinggi dari ekspektasi di tahun 2023. Di sisi lain, kenaikan suku bunga dikhawatirkan bisa mengakibatkan resesi global.

Dari Asia, bank sentral Jepang atau Bank of Japan (BoJ) mengejutkan pasar dengan perubahan dalam kebijakan pengendalian kurva imbal hasil.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

BoJ sekarang mengizinkan imbal hasil (yield) surat utang Pemerintah Jepang (JGB) bertenor 10 tahun naik menjadi sekitar 0,5% dari sebelumnya 0,25%. Meskipun demikian, BoJ tetap mempertahankan target yield JGB bertenor 10 tahun di nol persen.

Dibuka melemah, IHSG terus bergerak di zona merah sepanjang penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG mayoritas masih bergerak di teritori negatif sampai penutupan bursa saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, delapan sektor terkoreksi dimana sektor barang baku dan sektor teknologi turun paling dalam yaitu masing-masing minus 3,3%, diikuti sektor properti & real estat minus 1,1%.

Sedangkan tujuh sektor meningkat dimana sektor energi naik paling tinggi yaitu 1,59%, diikuti sektor barang konsumen non primer dan sektor barang konsumen primer masing-masing 0,5% dan 0,08%.

Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu NZIA, TRIN, KRYA, BYAN, dan ESTA. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni BBYB, PNLF, GPSO, WIRG, dan BSBK.

Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi jual saham oleh investor asing di seluruh pasar yang ditunjukkan dengan jumlah jual bersih asing (net foreign sell) di seluruh pasar sebesar Rp 39,43 miliar. Sedangkan di pasar reguler tercatat aksi jual asing dengan jumlah jual bersih Rp 120,7 miliar.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.028.447 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 20,82 miliar lembar saham senilai Rp14,84 triliun. Sebanyak 168 saham naik, 359 saham menurun, dan 175 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei melemah 669,6 atau 2,46% ke 26.568,03, indeks Hang Seng turun 258,01 atau 1,33% ke 19.904,8, indeks Shanghai terkoreksi 33,35 poin atau 1,07% ke 3.073,77, dan indeks Straits Times melemah 2,64 poin atau 0,08% ke 3.253,97.

Berita Terkait

Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya
PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis
RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan
Ketahui Fungsi Platform Payment di Indonesia, Mudah dan Aman untuk Transaksi Bisnis
Mega Jaya, Lebih dari Sekadar Distributor Lifting Equipment
Nikmati Liburan dengan Rental Mobil Bandung Lepas Kunci
Perkuat Struktur Pendanaan Jangka Panjang, BRI Fokus Himpun Dana Murah
BRImo Siap Layani Kebutuhan Transaksi Finansial Kapan Saja, Liburan Lebih Tenang

Berita Terkait

Sabtu, 8 November 2025 - 04:56 WIB

Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya

Rabu, 8 Oktober 2025 - 10:55 WIB

PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis

Senin, 22 September 2025 - 17:21 WIB

RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan

Jumat, 19 September 2025 - 21:34 WIB

Ketahui Fungsi Platform Payment di Indonesia, Mudah dan Aman untuk Transaksi Bisnis

Jumat, 12 September 2025 - 07:09 WIB

Mega Jaya, Lebih dari Sekadar Distributor Lifting Equipment

Berita Terbaru