IHSG Diprediksi Bergerak Variatif Pekan ini, Dibayangi Sentimen Global

- Pewarta

Senin, 7 Oktober 2019 - 04:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

IHSG Diprediksi Bergerak Variatif Pekan ini, Dibayangi Sentimen Global

Mediaemiten.com, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pekan ini diprediksi bergerak variatif dibayangi ketidakpastian ekonomi global.

IHSG dibuka menguat 16,48 poin atau 0,27 persen ke posisi 6.077,74. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 bergerak turun 0,34 persen menjadi 945,7.

“Pergerakan IHSG pada pekan ini diperkirakan bergerak mixed dengan pola up to down, seiring sentimen pasar baik dari dalam dan luar negeri yang masih dilingkupi ketidakpastian ekonomi maupun politik di Amerika Serikat yang memanas berkenaan dengan pemakzulan Trump,” kata Kepala Riset Valbury Sekuritas Alfiansyah di Jakarta, Senin (7/10/2019).

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Moody’s Investor Service yang memperingatkan risiko gagal bayar utang perusahaan-perusahaan di kawasan Asia Pasifik, termasuk Indonesia harus menjadi perhatian pemerintah.

Perlambatan ekonomi yang melemah membuat risiko utang korporasi Indonesia di masa datang akan memburuk.

Berkenaan dengan hal ini, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani sendiri sepakat agar perusahaan-perusahaan di Indonesia mampu meningkatkan kehati-hatian.

Sri Mulyani menilai tantangan perusahaan untuk meraup pendapatan semakin menantang. Oleh karena itu, perusahaan diharapkan bisa mengevaluasi efisiensi sehingga dapat mengantisipasi risiko pelemahan ekonomi.

Dari Amerika Serikat, Presiden Donald Trump membuka front baru dalam kemelut pemakzulan yang mengancam pemerintahannya. Trump mengecam seorang anggota dari Partai Republik dengan pedas karena mengecam usahanya untuk minta negara asing menyelidiki pesaingnya dari Partai Demokrat.

Di pihak lain, Senator Mitt Romney mengecam Trump karena meminta China menyelidiki mantan Wapres Joe Biden. Senator Republik lainnya, Susan Collins mengecam Trump karena mendesak China untuk menyelidiki keluarga Biden.

Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain Indeks Nikkei melemah 63,57 poin atau 0,3 persen ke 21.346,63 dan Indeks Straits Times menguat 20,57 poin atau 0,67 persen ke posisi 3.152,28. Sementara bursa saham China libur. (coa)

Berita Terkait

Rochmad Widodo Jadi Pemimpin Redaksi Serambiislam.com dan Jaziranews.com, Ini Fokus SapuLangit Media
Media Saatini.com Bidik 100 Portal Media pada 2026, Buka Peluang Kemitraan Digital bagi UMKM dan Tokoh Publik
Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU
PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 23:44 WIB

Rochmad Widodo Jadi Pemimpin Redaksi Serambiislam.com dan Jaziranews.com, Ini Fokus SapuLangit Media

Minggu, 11 Oktober 2026 - 09:55 WIB

Media Saatini.com Bidik 100 Portal Media pada 2026, Buka Peluang Kemitraan Digital bagi UMKM dan Tokoh Publik

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:38 WIB

Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Berita Terbaru

CGTN Luncurkan News Pal, Asisten Berita Berbasis AI

Pers Rilis

CGTN Luncurkan News Pal, Asisten Berita Berbasis AI

Jumat, 23 Okt 2026 - 04:18 WIB