MEDIA EMITEN – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat 33,99 poin atau 0,5% ke level 6.864,19 pada akhir perdagangan Kamis, 20 Juli 2023. IHSG berhasil menguat di tengah pelemahan bursa saham kawasan Asia.
Bursa saham regional Asia mayoritas melemah antara lain indeks Nikkei turun 405,50 poin atau 1,23% ke 32.490,50, indeks Hang Seng melemah 24,29 poin atau 0,13% ke 18.928,02, indeks Shanghai melemah 29,32 poin atau 0,92% ke 3.169,52, dan indeks Strait Times melemah 3,68 poin atau 0,11% ke 3.271,56.
Kenaikan IHSG disertai naiknya indeks 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 yang menguat 3,16 poin atau 0,33% ke posisi 961,53.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Investor mewaspadai adanya sentimen dari Asia yang cenderung negatif, yang mana adanya perlambatan ekonomi China, serta rilis data ekspor dan impor Jepang yang cenderung tidak sesuai dengan ekspektasi pasar.
Dibuka menguat, IHSG betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, delapan sektor meningkat yaitu dipimpin sektor energi sebesar 0,41%, diikuti sektor properti dan sektor keuangan yang masing- masing naik 1,53% dan 0,85%.
Sedangkan, tiga sektor terkoreksi yaitu sektor teknologi turun paling dalam minus 0,97%, diikuti sektor kesehatan dan sektor barang konsumen primer yang masing- masing turun 0,52% dan 0,28%.
Baca Juga:
InfiMotion Technology Tampil Perdana ke Publik, Pamerkan Kapabilitas Lengkap E-Drive di Wuxi
Pemenang Stevie® Awards for Technology Excellence Tahunan Ketiga Diumumkan
Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu PRAS, CSRN, SMMT, DRMA dan IDEA. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar, yakni RELF, GULA, WIDI, TGUK dan ACES.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.226.848 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 15,67 miliar lembar saham senilai Rp10,05 triliun. Sebanyak 294 saham naik, 223 saham menurun dan 231 tidak bergerak nilainya.







