MEDIA EMITEN – Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melesat 74,15 poin atau 1,05% ke posisi 7.160,39 pada perdagangan Kamis 11 Agustus 2022.
Membaiknya data ekonomi menopang penguatan IHSG, antara lain melambatnya lonjakan inflasi AS. Faktor ini memberi harapan bahwa The Fed tidak akan terlalu agresif dalam menaikkan suku bunga acuan.
Dari dalam negeri, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa realisasi pendapatan negara mencapai Rp 1.551 triliun hingga Juli 2022 dari target APBN Rp 2.266,2 triliun atau melonjak 50,3% dibandingkan periode sama tahun lalu Rp1.031,7 triliun.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara itu, pada perdagangan Kamis, asing kembali mencatatkan beli bersih ( net foreign buy ) di seluruh pasar sebesar Rp 657,62 miliar. Sedangkan di pasar reguler tercatat aksi beli asing dengan jumlah beli bersih Rp 587,01 miliar.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sepuluh sektor meningkat dengan sektor teknologi naik paling tinggi 2,76%, diikuti sektor barang baku dan sektor properti & real estat masing-masing naik 1,96% dan 1,86%. Sedangkan satu sektor terkoreksi yaitu sektor barang konsumen non primer turun 0,13%.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.509.418 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 29,71 miliar lembar saham senilai Rp15,52 triliun. Sebanyak 323 saham naik, 193 saham menurun, dan 177 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain Indeks Hang Seng naik 471,59 poin atau 2,4% ke 20.082,43, Indeks Shanghai menguat 51,65 poin atau 1,6% ke 3.281,67, dan Indeks Straits Times meningkat 12,59 poin atau 0,38% ke 3.298,92.







