MEDIA EMITEN – Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah mendalami rencana pengambialihan PLTU Jawa Barat 2 atau Pelabuhan Ratu milik PLN oleh PT Bukit Asam Tbk (PTBA).
Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI, Irvan Susandy menyampaikan, selaku regulator bursa pihaknya tengah mendalami informasi atas transaksi afiliasi PTBA dan PLN terkait PLTU yang beredar.
Pasar merespons negatif atas rencana akuisisi tersebut. Setelah hari sebelumnya harga saham PTBA anjlok hingga menyentuh batas bawah (auto reject bawah), pada Rabu 19 Oktober 2022, saham PTBA kembali turun 5,81% ke level Rp 3.730.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Irvan Susandy mengingatkan, berdasarkan POJK 42/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan, pada Pasal 24 angka (1) diatur bahwa dalam hal Transaksi Afiliasi nilainya memenuhi kriteria transaksi material sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan mengenai transaksi material dan perubahan kegiatan usaha.
Perusahaan Terbuka wajib memenuhi ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan mengenai transaksi material dan perubahan kegiatan usaha.
Berdasarkan POJK 17/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha, pada Pasal 6 angka (1) huruf d. diatur mengenai kriteria transaksi material yang wajib mendapatkan Persetujuan RUPS.
Lebih jauh dia menyebutkan, bahwa pada Pasal 6 angka (1) huruf a peraturan ini juga diatur bahwa Perusahaan Terbuka yang melakukan transaksi material juga diwajibkan untuk menggunakan Penilai untuk menentukan nilai wajar dari objek Transaksi Material dan/atau kewajaran transaksi dimaksud.
“Dengan demikian, hasil penilaian nilai wajar transaksi oleh penilai diperlukan dalam menentukan apakah transaksi material yang akan dilakukan memenuhi kriteria, wajib mendapatkan persetujuan sebagaimana POJK 17/ Pasal 6 angka (1) huruf d atau tidak,” katanya kepada media, Rabu 19 Oktober 2022.
Sementara itu, dalam pemberitaan media massa, nilai rencana transaksi tersebut berkisar US$ 800 juta atau setara Rp 12,37 triliun. Sedangkan nilai ekuitas PTBA per 30 Juni 2022 mencapai Rp 22,704 triliun dan aset sebesar Rp 35,913 triliun.
Kesepakatan pembelian PLTU Pelabuhan Ratu oleh PTBA kepada PLN itu diketahui dalam penandatanganan kerjasama yang berlangsung di sela acara SOE International Conference, Nusa Dua, Bali Selasa.
Penandatanganan kerjasama tersebut disaksikan langsung oleh Wakil Menteri BUMN I, Pahala Mansury beserta Direktur Perencanaan Korporat dan Pengembangan Bisnis PLN Hartanto Wibowo dan juga Direktur Utama PTBA Arsal Ismail.
Baca Juga:
Bambu Lab A2L Kini Hadir di Indonesia: Printer 3D Format Besar yang Mudah Digunakan
Osome Bidik Gelombang Baru Perusahaan AI yang Memilih Singapura sebagai Basis Regional
Dirut PTBA, Arsal Ismail membenarkan, bahwa sudah ditandatangani MoU antara PTBA dan PLN perihal peralihan PLTU Pelabuhan Ratu tersebut. “Bukan dikatakan membeli (PLTU) tapi kita lakukan kolaborasi. Karena PLN dengan kita sama-sama akan menuju net zero emission,”ujarnya.







