Harga Minyak Turun Tajam, Brent di Bawah US$ 80/Barel

- Pewarta

Sabtu, 4 Februari 2023 - 12:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: Pipa angguk untuk eksplorasi minyak/Dok.

Foto ilustrasi: Pipa angguk untuk eksplorasi minyak/Dok.

MEDIA EMITEN – Harga minyak anjlok hingga 3% pada penutuan perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), turun ke posisi terendah lebih dari tiga minggu dalam sesi yang bergejolak. Investor mencari kejelasan lebih lanjut menjelang embargo Uni Eropa terhadap produk olahan minyak Rusia

Minyak mentah Brent berjangka turun di bawah US$ 80 per barel menjadi US$ 79,94 per barel. Setelah naik ke sesi tertinggi US$84,20 dan terendah US$ 79,72.

Minyak mentah AS, West Texas Intermediate (WTI) berakhir jatuh US$ 2,49atau sekitar 3,3% menjadi pada US$ 73,39. Setelah diperdagangkan antara US$ 78,00 dan US$73,13, terendah sejak 5 Januari.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Brent mencatat penurunan 7,8% minggu ini sementara WTI turun 7,9%.

Pasar mencermati sikap negara-negara Uni Eropa yang sepakat untuk menetapkan batas harga pada produk minyak sulingan Rusia dengan tujuan membatasi dana Moskow untuk invasi ke Ukraina.

Diplomat UE mengatakan batas harga adalah US$ 100 per barel untuk produk yang diperdagangkan dengan harga premium dibandingkan minyak mentah, terutama solar, dan US$ 45 per barel untuk produk yang diperdagangkan dengan harga diskon, seperti bahan bakar minyak dan nafta.

Kremlin mengatakan embargo UE pada produk minyak sulingan Rusia akan menyebabkan ketidakseimbangan lebih lanjut di pasar energi global.

Selain itu, minyak juga tertekan sentimen data terbaru menunjukkan pertumbuhan pekerjaan AS berakselerasi secara tajam pada Januari 2023, dengan angka nonfarm payroll meningkat 517.000, jauh melampaui perkiraan peningkatan 185.000. Tingkat pengangguran mencapai level terendah dalam 53,5 tahun terakhir, yaitu 3,4%

Positifnya pertumbuhan pekerjaan AS mencuatkan kekhawatiran peningkatan suku bunga Federal Reserve yang membuat pertumbuhan ekonomi terhambat dan permintaan minyak mentah berkurang.

Sementara itu, analis ANZ mencatat lonjakan lalu lintas yang tajam di 15 kota terbesar Tiongkok setelah liburan Tahun Baru Imlek, tetapi mengatakan bahwa pedagang Tiongkok ‘relatif tidak ada’.

Dalam pasokan AS, perusahaan energi minggu ini memangkas jumlah rig minyak dan gas alam paling banyak sejak Juni 2020, kata perusahaan jasa energi Baker Hughes Co. Rig minyak AS turun 10 menjadi 599 minggu ini, terendah sejak September, sementara rig gas turun dua menjadi 158.

Berita Terkait

Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya
PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis
RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan
Ketahui Fungsi Platform Payment di Indonesia, Mudah dan Aman untuk Transaksi Bisnis
Mega Jaya, Lebih dari Sekadar Distributor Lifting Equipment
Nikmati Liburan dengan Rental Mobil Bandung Lepas Kunci
Perkuat Struktur Pendanaan Jangka Panjang, BRI Fokus Himpun Dana Murah
BRImo Siap Layani Kebutuhan Transaksi Finansial Kapan Saja, Liburan Lebih Tenang

Berita Terkait

Sabtu, 8 November 2025 - 04:56 WIB

Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya

Rabu, 8 Oktober 2025 - 10:55 WIB

PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis

Senin, 22 September 2025 - 17:21 WIB

RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan

Jumat, 19 September 2025 - 21:34 WIB

Ketahui Fungsi Platform Payment di Indonesia, Mudah dan Aman untuk Transaksi Bisnis

Jumat, 12 September 2025 - 07:09 WIB

Mega Jaya, Lebih dari Sekadar Distributor Lifting Equipment

Berita Terbaru