MEDIA EMITEN – Harga minyak anjlok hingga 3% pada penutuan perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), turun ke posisi terendah lebih dari tiga minggu dalam sesi yang bergejolak. Investor mencari kejelasan lebih lanjut menjelang embargo Uni Eropa terhadap produk olahan minyak Rusia
Minyak mentah Brent berjangka turun di bawah US$ 80 per barel menjadi US$ 79,94 per barel. Setelah naik ke sesi tertinggi US$84,20 dan terendah US$ 79,72.
Minyak mentah AS, West Texas Intermediate (WTI) berakhir jatuh US$ 2,49atau sekitar 3,3% menjadi pada US$ 73,39. Setelah diperdagangkan antara US$ 78,00 dan US$73,13, terendah sejak 5 Januari.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Brent mencatat penurunan 7,8% minggu ini sementara WTI turun 7,9%.
Pasar mencermati sikap negara-negara Uni Eropa yang sepakat untuk menetapkan batas harga pada produk minyak sulingan Rusia dengan tujuan membatasi dana Moskow untuk invasi ke Ukraina.
Diplomat UE mengatakan batas harga adalah US$ 100 per barel untuk produk yang diperdagangkan dengan harga premium dibandingkan minyak mentah, terutama solar, dan US$ 45 per barel untuk produk yang diperdagangkan dengan harga diskon, seperti bahan bakar minyak dan nafta.
Kremlin mengatakan embargo UE pada produk minyak sulingan Rusia akan menyebabkan ketidakseimbangan lebih lanjut di pasar energi global.
Baca Juga:
Casio Luncurkan Seri MR-G yang Terinspirasi Fenomena “Brinicle” di Laut Kutub
Wafra Raih Kemenangan Tiga Kategori di Global Islamic Finance Innovation Awards 2026
Sinergi Unggulan: Dreame Gandeng Cristiano Ronaldo sebagai Global Ambassador
Selain itu, minyak juga tertekan sentimen data terbaru menunjukkan pertumbuhan pekerjaan AS berakselerasi secara tajam pada Januari 2023, dengan angka nonfarm payroll meningkat 517.000, jauh melampaui perkiraan peningkatan 185.000. Tingkat pengangguran mencapai level terendah dalam 53,5 tahun terakhir, yaitu 3,4%
Positifnya pertumbuhan pekerjaan AS mencuatkan kekhawatiran peningkatan suku bunga Federal Reserve yang membuat pertumbuhan ekonomi terhambat dan permintaan minyak mentah berkurang.
Sementara itu, analis ANZ mencatat lonjakan lalu lintas yang tajam di 15 kota terbesar Tiongkok setelah liburan Tahun Baru Imlek, tetapi mengatakan bahwa pedagang Tiongkok ‘relatif tidak ada’.
Dalam pasokan AS, perusahaan energi minggu ini memangkas jumlah rig minyak dan gas alam paling banyak sejak Juni 2020, kata perusahaan jasa energi Baker Hughes Co. Rig minyak AS turun 10 menjadi 599 minggu ini, terendah sejak September, sementara rig gas turun dua menjadi 158.
Baca Juga:







