Harga Minyak Turun, Khawatir Prospek Permintaan

- Pewarta

Rabu, 21 Juni 2023 - 08:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga Minyak Turun, Khawatir Prospek Permintaan

Foto ilustrasi: eksplorasi minyak/DOk

MEDIA EMITEN Harga minyak mentah berjangka turun pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), di tengah kekhawatiran prospek permintaan minyak China menyusul pemotongan suku bunga pinjaman utama negara terebut.

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juli terpangkas US$ 1,28 atau 1,78% menjadi US$ 70,50 per barel di New York Mercantile Exchange, hari terakhirnya untuk kontrak bulan depan AS.

Kontrak WTI yang lebih aktif untuk pengiriman Agustus, yang akan segera menjadi bulan depan AS, turun sekitar 1% menjadi US$ 71,93 per barel.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Agustus merosot US$ 0,71 atau 0,93% menjadi ditutup pada US$ 75,9 per barel di London ICE Futures Exchange.

Harga minyak mundur karena kekhawatiran baru atas permintaan pada Selasa (20/6/2023), setelah mencatat pertumbuhan substansial dalam dua sesi sebelumnya karena ekspektasi kebijakan stimulus dari China.

Minyak WTI terkoreksi karena para pedagang bereaksi terhadap keputusan China untuk memangkas suku bunga jangka panjang, kata Vladimir Zernov, analis pemasok informasi pasar FX Empire.

Meskipun pemotongan suku bunga pinjaman 5 tahun China dari 4,3% menjadi 4,2% sejalan dengan ekspektasi analis, para pedagang ingin melihat pemotongan yang lebih agresif, menurut Zernov. 

Pertumbuhan China akan terus membaik dan negara tersebut mungkin memiliki beberapa stimulus yang akan membantu mengembalikan sisi permintaan pada paruh kedua tahun ini, kata Mark Haefele, kepala investasi di UBS Global Wealth Management di pertemuan virtual meja bundar media pada Selasa (20/6/2023).

“Jika ekonomi global, selain China, terus bertahan lebih baik dari yang diperkirakan, itu juga akan mendukung permintaan hingga paruh kedua tahun ini,” kata Haefele kepada Xinhua.

Kelemahan harga minyak baru-baru ini memberikan peluang untuk menambah posisi tertentu dan UBS memiliki sikap yang paling disukai pada minyak dan emas, kata UBS dalam laporan prospek pertengahan tahun untuk paruh kedua tahun 2023 yang dikeluarkan semalam.

Berita Terkait

Abraham Rudy Tan Terpilih Sekjen ACCA, PSMTI Indonesia Cetak Sejarah Baru di Tingkat Asia Tenggara ASEAN
SapuLangit Media Kelola Lebih dari 200 Portal Berita, Mayoritas Media Ekonomi Bisnis dan Pers Daerah untuk Reputasi
Mesin Pabrik Jalan Terus tapi Pengiriman Tetap Telat, Ini Sebabnya
Jangan Terburu-Buru Menyimpan Emas Lama, Jual Emas Tanpa Surat Tetap Memiliki Nilai
Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya
PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis
RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan
Ketahui Fungsi Platform Payment di Indonesia, Mudah dan Aman untuk Transaksi Bisnis

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 07:57 WIB

Abraham Rudy Tan Terpilih Sekjen ACCA, PSMTI Indonesia Cetak Sejarah Baru di Tingkat Asia Tenggara ASEAN

Kamis, 3 September 2026 - 07:51 WIB

SapuLangit Media Kelola Lebih dari 200 Portal Berita, Mayoritas Media Ekonomi Bisnis dan Pers Daerah untuk Reputasi

Senin, 31 Agustus 2026 - 16:19 WIB

Mesin Pabrik Jalan Terus tapi Pengiriman Tetap Telat, Ini Sebabnya

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:34 WIB

Jangan Terburu-Buru Menyimpan Emas Lama, Jual Emas Tanpa Surat Tetap Memiliki Nilai

Sabtu, 8 November 2025 - 04:56 WIB

Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya

Berita Terbaru