Harga Minyak Naik 1%, Badai Idalia Diperkirakan Akan Hantam Florida

- Pewarta

Rabu, 30 Agustus 2023 - 08:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: Eksplorasi minyak lepas pantai/Dok.

Foto ilustrasi: Eksplorasi minyak lepas pantai/Dok.

MEDIA EMITEN – Harga minyak mentah dunia naik 1% pada penutupan hari Selasa (Rabu pagi WB). Melemahnya nilai tukar dolar dan Badai Idalia yang diperkirakan akan menghantam Florida pekan ini menjadi katalis kenaikan harga.

Kontrak berjangka minyak Brent naik sebesar US$ 1,11 atau 1,3%, dan ditutup pada US$ 85,53 per barel, sementara kontrak berjangka minyak West Texas Intermediate (WTI) AS ditutup pada US$ 81,24 per barel, mengalami kenaikan sebesar US$ 1,14 atau 1,4%.

Indeks dolar AS mengalami penurunan setelah data menunjukkan bahwa jumlah lowongan pekerjaan di AS, yang merupakan ukuran permintaan tenaga kerja, mengalami penurunan pada bulan Juli. Kondisi yang lemah di pasar tenaga kerja dapat mendorong Federal Reserve untuk menahan kenaikan suku bunga.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pelemahan dolar AS membuat minyak menjadi lebih murah bagi investor yang memegang mata uang lain, sehingga permintaan meningkat.

Sementara itu, Badai Idalia diperkirakan akan mencapai kekuatan Kategori 3 (badai besar dengan kecepatan angin berkelanjutan maksimal setidaknya 179 km/jam) sebelum menghantam Pantai Teluk Florida pada awal Rabu.

Badai ini kemungkinan akan mempengaruhi sistem distribusi bahan bakar dan menurunkan konsumsi bahan bakar di wilayah yang terkena dampak tepat sebelum libur Hari Buruh pada 4 September.

Diperkirakan, badai ini tidak akan mengenai platform produksi minyak utama di Teluk Meksiko AS. Namun, perusahaan minyak besar Chevron Corp telah mengungsikan sebagian staf dari tiga platform di wilayah tersebut. Produksi tetap berlanjut di fasilitas minyak dan gas Teluk Meksiko yang dioperasikan oleh Chevron.

Ekspektasi terhadap penurunan tajam dalam persediaan minyak mentah AS juga memberikan dukungan pada harga minyak. Menurut jajak pendapat Reuters, persediaan minyak mentah AS diperkirakan mengalami penurunan sebesar 3,3 juta barel dalam pekan terakhir Agustus.

Berita Terkait

Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya
PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis
RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan
Ketahui Fungsi Platform Payment di Indonesia, Mudah dan Aman untuk Transaksi Bisnis
Mega Jaya, Lebih dari Sekadar Distributor Lifting Equipment
Nikmati Liburan dengan Rental Mobil Bandung Lepas Kunci
Perkuat Struktur Pendanaan Jangka Panjang, BRI Fokus Himpun Dana Murah
BRImo Siap Layani Kebutuhan Transaksi Finansial Kapan Saja, Liburan Lebih Tenang

Berita Terkait

Sabtu, 8 November 2025 - 04:56 WIB

Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya

Rabu, 8 Oktober 2025 - 10:55 WIB

PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis

Senin, 22 September 2025 - 17:21 WIB

RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan

Jumat, 19 September 2025 - 21:34 WIB

Ketahui Fungsi Platform Payment di Indonesia, Mudah dan Aman untuk Transaksi Bisnis

Jumat, 12 September 2025 - 07:09 WIB

Mega Jaya, Lebih dari Sekadar Distributor Lifting Equipment

Berita Terbaru

Pers Rilis

Seminar Ekonomi Karbon Digelar di PHBS, Shenzhen

Rabu, 29 Jul 2026 - 04:08 WIB