Harga Minyak Mentah Terus Menguat

- Pewarta

Sabtu, 7 Mei 2022 - 09:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga Minyak Mentah Terus Menguat

Foto ilustrasi: Pompa angguk pengoboran minyak /Dok

MEDIA EMITEN – Harga minyak terus menguat, naik lebih dari 1% pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), membukukan kenaikan mingguan kedua berturut-turut. Rencana Uni Eropa untuk melakukan embargo terhadap minyak Rusia meningkatkan prospek pasokan yang lebih ketat.

Harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Juli menguat US$ 1,49 atau 1,3% menjadi 112,39 dolar AS per barel. Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Juni naik US$ 1,51 atau 1,4% menjadi US$ 109,77 per barel.

“Dalam waktu dekat, fundamental untuk minyak adalah bullish dan hanya kekhawatiran perlambatan ekonomi di masa depan yang menahan kami,” kata Analis Price Futures Group, Phil Flynn.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Untuk minggu ini, harga minyak WTI naik sekitar 5%, sementara harga minyak Brent naik hampir 4% setelah Uni Eropa menetapkan embargo terhadap minyak Rusia sebagai bagian dari paket sanksi terberatnya atas konflik di Ukraina.

Uni Eropa sedang mengubah rencana sanksinya, berharap untuk memenangkan negara-negara yang enggan dan mengamankan dukungan suara bulat yang dibutuhkan dari 27 negara anggota, tiga sumber Uni Eropa mengatakan kepada Reuters. Proposal awal menyerukan diakhirinya impor Uni Eropa atas produk minyak mentah dan minyak Rusia pada akhir tahun ini.

“Embargo Uni Eropa yang membayangi minyak Rusia memiliki kemampuan untuk menekan pasokan secara akut. Bagaimanapun, OPEC+ tidak berminat untuk membantu, bahkan ketika reli harga energi memacu tingkat inflasi yang berbahaya,” kata Analis PVM, Stephen Brennock.

Mengabaikan seruan dari negara-negara Barat untuk menaikkan produksi lebih banyak, Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak, Rusia dan produsen sekutu (OPEC+), tetap dengan rencananya untuk menaikkan target produksi Juni sebesar 432.000 barel per hari.

Pembatasan ketat COVID-19 di China menciptakan hambatan bagi ekonomi terbesar kedua di dunia dan importir minyak terkemuka.

Pihak berwenang Beijing mengatakan semua layanan yang tidak penting akan ditutup di distrik terbesarnya Chaoyang, rumah bagi kedutaan besar dan kantor-kantor besar.

Berita Terkait

Abraham Rudy Tan Terpilih Sekjen ACCA, PSMTI Indonesia Cetak Sejarah Baru di Tingkat Asia Tenggara ASEAN
SapuLangit Media Kelola Lebih dari 200 Portal Berita, Mayoritas Media Ekonomi Bisnis dan Pers Daerah untuk Reputasi
Mesin Pabrik Jalan Terus tapi Pengiriman Tetap Telat, Ini Sebabnya
Jangan Terburu-Buru Menyimpan Emas Lama, Jual Emas Tanpa Surat Tetap Memiliki Nilai
Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya
PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis
RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan
Ketahui Fungsi Platform Payment di Indonesia, Mudah dan Aman untuk Transaksi Bisnis

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 07:57 WIB

Abraham Rudy Tan Terpilih Sekjen ACCA, PSMTI Indonesia Cetak Sejarah Baru di Tingkat Asia Tenggara ASEAN

Kamis, 3 September 2026 - 07:51 WIB

SapuLangit Media Kelola Lebih dari 200 Portal Berita, Mayoritas Media Ekonomi Bisnis dan Pers Daerah untuk Reputasi

Senin, 31 Agustus 2026 - 16:19 WIB

Mesin Pabrik Jalan Terus tapi Pengiriman Tetap Telat, Ini Sebabnya

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:34 WIB

Jangan Terburu-Buru Menyimpan Emas Lama, Jual Emas Tanpa Surat Tetap Memiliki Nilai

Sabtu, 8 November 2025 - 04:56 WIB

Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya

Berita Terbaru