Harga Emas Berjangka Naik Didukung Pelemahan Dolar AS

- Pewarta

Selasa, 23 April 2019 - 01:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga Emas Berjangka Naik Didukung Pelemahan Dolar AS

Mediaemiten.com, Chicago – Harga emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange naik moderat pada akhir perdagangan Selasa pagi (23/4/2019), didukung kurs dolar AS yang melemah.

Emas yang paling aktif untuk pengiriman Juni, naik 1,60 dolar AS atau 0,13 persen, menjadi ditutup pada 1.277,60 dolar AS per ounce.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, melemah 0,1 persen menjadi 97,28 pada pukul 17.18 GMT, tak lama sebelum penyelesaian (settlement) perdagangan emas.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Emas dan dolar AS biasanya bergerak berlawanan arah. Jika dolar AS turun maka emas berjangka akan naik, karena emas yang dihargai dalam dolar AS menjadi lebih murah bagi investor yang memegang mata uang lainnya.

Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran juga mendukung daya tarik untuk emas sebagai salah satu aset safe-haven, kata analis pasar.

Presiden Donald Trump telah memutuskan untuk tidak menerbitkan kembali keringanan sanksi-sanksi yang memungkinkan importir besar untuk terus membeli minyak dari Iran ketika mereka berakhir pada awal Mei, Gedung Putih mengatakan pada Senin (22/4/2019).

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo juga mengancam akan memberlakukan kembali sanksi-sanksi terhadap semua negara yang mengimpor minyak dari Iran mulai 2 Mei.

Langkah baru Washington telah meningkatkan kekhawatiran tentang harga minyak yang lebih tinggi.

Sementara itu, jatuhnya indeks Dow Jones Industrial Average pada perdagangan Senin (22/4/2019) membatasi kenaikan emas lebih lanjut.

Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Mei naik dua sen AS atau 0,13 persen menjadi 14,975 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli turun 1,5 dolar AS atau 0,17 persen, menjadi ditutup pada 902,20 dolar AS per ounce. Demikian laporan yang dikutip dari Xinhua. (pep)

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru