Mediaemiten.com, Jakarta – PT Envy Technologies Indonesia, Tbk (ENVY) akan melakukan penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) pada 8 Juli mendatang.
Perusahaan penyedia jasa teknologi informasi ini berencana melepas sebanyak-banyaknya 600 juta saham biasa, termasuk pelaksanaan Employee Stock Allocation (ESA) sebanyak-banyaknya 18 juta saham biasa. Saham biasa atas nama pemegang saham sebelum Penawaran Umum Perdana sebesar 1,2 miliar lembar saham.
Dengan demikian, jumlah saham yang akan dicatatkan oleh perseroan di Bursa Efek Indonesia (BEI) sebesar 1,8 miliar lembar saham biasa dari modal yang akan ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Direktur Utama ENVY Mohamad Sopiyan mengatakan pihaknya sudah melakukan mini expose di BEI dan perkiraaan tanggal efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 27 Juni 2019.
“Dengan demikian, diperkirakan listing pada Senin, 8 Juli 2019. Dalam hal ini perseroan akan menawarkan harga antara Rp350-Rp475 per lembar saham,” ujarnya saat ditemui di Hotel Raffles, Jalan Dr Satrio, Jakarta Selatan, Selasa, 18 Juni 2019.
ENVY diperkirakan meraih dana sekitar Rp240 miliar sampai dengan Rp360 miliar. Senior Vice President PT Erdikha Elit Sekuritas Toto Sosiawanto selaku Penjamin Pelaksana Emisi Efek merinci rencana penggunaan dana hasil IPO. Dia menjelaskan 31,40 persen akan digunakan perseroan untuk kegiatan usaha sistem integrasi informatika.
Sementara 24,56 persen akan digunakan perseroan untuk kegiatan usaha sistem integrasi telekomunikasi. Kemudian, 2,11 persen akan digunakan perseroan untuk penelitian dan pengembangan di antaranya untuk Future Product Development dan Existing Product Development.
Baca Juga:
Dahua Technology Hadirkan Solusi Hunian Cerdas Terintegrasi di IFA Berlin 2026
Haier Jalin Kemitraan Global dengan UEFA Champions League
Hisense Hadirkan Warna yang Lebih Nyata dan Nyaman di Mata, serta Hiburan Imersif di IFA 2026
“Perseroan juga akan menggunakan dana Rp48 miliar untuk membayar sebagian utang. Sisanya akan digunakan untuk modal kerja seperti gaji karyawan, sewa kantor, biaya-biaya umum, dan administrasi,” terangnya.
ENVY telah membukukan pendapatan sebesar Rp80,35 miliar pada 2018. Angka ini mengalami kenaikan sebesar Rp77,16 miliar dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp3,18 miliar.
Kenaikan ini disebabkan oleh pendapatan perseroan dari segmen sistem integrasi informatika sebesar Rp68,28 miliar. Selain itu, terjadi peningkatan pendapatan dari segmen sistem integrasi telekomunikasi sebesar Rp10,27 miliar sampai akhir 2018.
“Strategi tahun ini, perseroan membidik penguatan posisi sebagai penyelenggara layanan jasa keamanan informasi digital, pengembangan eksponensial layanan big data, dan layanan digital sektor keuangan, serta penguatan posisi sebagai mitra para perusahaan,” pungkas Sopiyan.
Baca Juga:
CHiQ Tampil di IFA 2026: Dari Ekspansi Global Menuju Jangkauan yang Kian Kuat di Pasar Lokal
CHiQ Raih “AI Home Ecosystem Brand Award”, Hadirkan Pengalaman Gaya Hidup Cerdas Lewat Inovasi AI
Saat ini saham ENVY dimiliki dengan komposisi pemegang saham yaitu perusahaan lokal sebanyak 25,50 persen, asing sebanyak 43,52 persen, dan publik sebanyak 33,33 persen. (*)








