Emas Turun Tertekan Kenaikan Imbal Hasil Obligasi AS

- Pewarta

Jumat, 5 Oktober 2018 - 03:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Chicago – Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange turun pada akhir perdagangan Kamis (Jumat 5/10/2018 pagi WIB), dipicu kenaikan imbal hasil obligasi AS ke tingkat tertinggi beberapa tahun, tetapi pelemahan di pasar saham menahan kejatuhan emas lebih lanjut.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember turun 1,3 dolar AS atau 0,11 persen, menjadi ditutup pada 1.201,60 dolar AS per ounce.

Para analis mengatakan bahwa meningkatnya imbal hasil obligasi terus menarik investor dari emas, karena imbal hasil obligasi 10 tahun AS melompat hampir 3,2 persen, tingkat tertinggi dalam tujuh tahun.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Data ekonomi kuat terbaru juga meningkatkan kemungkinan Federal Reserve AS menaikkan suku bunganya pada Desember dan 2019, yang pada gilirannya memperkuat dolar AS.

Ketika dolar AS naik maka emas biasanya jatuh, karena membuat emas yang dihargakan dalam dolar AS lebih mahal bagi para investor yang menggunakan mata uang lainnya.

Namun, penurunan tajam dalam ekuitas pada Kamis menahan kejatuhan emas karena Dow Jones Industrial Average turun 299,12 poin atau 1,11 persen pada pukul 17.28 GMT.

Ketika ekuitas membukukan kerugian, logam mulia biasanya naik, karena investor mencari aset-aset “safe-haven” seperti emas.

Dalam perkembangan lain, koalisi pemerintahan di Italia dilaporkan telah menetapkan target defisit anggaran yang lebih rendah sebesar 2,1 persen dari PDB untuk 2020 dan 1,8 persen dari PDB pada 2021, sampai taraf tertentu, menenangkan rasa takut para investor.

Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember turun 8 sen AS atau 0,55 persen, menjadi ditutup pada 14,59 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari 2019 turun 11,20 dolar AS atau 1,34 persen, menjadi menetap di 824,50 dolar AS per ounce. (pep)

Berita Terkait

Resmi Dibuka, Astra Auto Fest 2025 Semarak Beragam Promo dari Grup Astra
Pasar Modal Indonesia Waspada, CSA Index September 2025 Terkoreksi
Strategi BUMI Kuasai Wolfram, Tambang Emas Jumbo di Queensland Australia
Analisis: Keterlambatan Laporan Keuangan Picu Asimetri Informasi di Pasar
Strategi SMMA Konversi Utang Jadi Saham, Langkah Cerdas Atasi Beban Finansial
CSA Index RI Agustus Tertinggi Sejak Awal Tahun
Strategi Baru Remala Abadi: Transaksi Saham Komisaris Tingkatkan Kontrol Bisnis
Pasca Keluar dari LQ45, SIDO Pindah Fokus dari Domestik ke Internasional

Berita Terkait

Jumat, 5 Desember 2025 - 18:00 WIB

Resmi Dibuka, Astra Auto Fest 2025 Semarak Beragam Promo dari Grup Astra

Jumat, 12 September 2025 - 22:03 WIB

Pasar Modal Indonesia Waspada, CSA Index September 2025 Terkoreksi

Rabu, 20 Agustus 2025 - 15:17 WIB

Strategi BUMI Kuasai Wolfram, Tambang Emas Jumbo di Queensland Australia

Rabu, 20 Agustus 2025 - 10:11 WIB

Analisis: Keterlambatan Laporan Keuangan Picu Asimetri Informasi di Pasar

Senin, 18 Agustus 2025 - 11:46 WIB

Strategi SMMA Konversi Utang Jadi Saham, Langkah Cerdas Atasi Beban Finansial

Berita Terbaru