Emas Terus Menguat, Dolar AS Melemah

- Pewarta

Kamis, 27 Oktober 2022 - 07:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: Harga emas merosot tertekan penguatan dolar AS/Dok.

Foto ilustrasi: Harga emas merosot tertekan penguatan dolar AS/Dok.

MEDIA EMITEN– Harga emas kembali menguat pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), memperpanjang keuntungan untuk sesi kedua berturut-turut. Penguatan emas didukung pelemahan dolar AS dan imbal hasil obligasi AS.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange naik US$ 11,20 atau 0,68% menjadi US$ 1.669,20 per ounce, setelah diperdagangkan di kisaran tertinggi US$ 1.679,40 dan terendah US$ 1.653,80 .

Di sisi lain, dolar AS merosot karena data ekonomi AS yang lemah baru-baru ini memicu spekulasi bahwa Federal Reserve mungkin kurang agresif dalam menaikkan suku bunganya. Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 1,13% menjadi 109,7010.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pelemahan dolar terjadi setelah imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun yang dijadikan acuan terus merosot dari tertinggi multi-tahun minggu lalu di 4,338%, dan terakhir turun empat basis poin menjadi 4,0317%. Penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS juga mendukung emas.

Sementara itu, Departemen Perdagangan AS melaporkan Rabu (26/10/2022) bahwa penjualan rumah baru AS turun 10,9% ke tingkat tahunan yang disesuaikan secara musiman 603.000 pada September, dari revisi 677.000 pada bulan sebelumnya. Ini agak membatasi pertumbuhan emas.

Meskipun demikian, prospek jangka pendek untuk emas tetap lemah, dengan pasar memperkirakan peluang hampir 100% untuk kenaikan suku bunga 75 basis poin oleh Fed pada November. Tetapi tekanan pada logam kuning agak mereda minggu ini, di tengah taruhan bahwa penurunan ekonomi yang nyata dapat memaksa The Fed untuk melunakkan sikap hawkish-nya.

Ekspektasi bahwa bank sentral akan memberlakukan kenaikan suku bunga yang lebih kecil pada Desember meningkat di sesi terakhir setelah laporan Wall Street Journal menyatakan bahwa Fed sedang mempertimbangkan langkah tersebut.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember naik 13,7 sen atau 0,71% menjadi US$ 19,486 per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari naik US$ 42,80 atau 4,65%, menjadi US$ 962,50 per ounce.

Berita Terkait

Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya
PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis
RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan
Ketahui Fungsi Platform Payment di Indonesia, Mudah dan Aman untuk Transaksi Bisnis
Mega Jaya, Lebih dari Sekadar Distributor Lifting Equipment
Nikmati Liburan dengan Rental Mobil Bandung Lepas Kunci
Perkuat Struktur Pendanaan Jangka Panjang, BRI Fokus Himpun Dana Murah
BRImo Siap Layani Kebutuhan Transaksi Finansial Kapan Saja, Liburan Lebih Tenang

Berita Terkait

Sabtu, 8 November 2025 - 04:56 WIB

Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya

Rabu, 8 Oktober 2025 - 10:55 WIB

PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis

Senin, 22 September 2025 - 17:21 WIB

RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan

Jumat, 19 September 2025 - 21:34 WIB

Ketahui Fungsi Platform Payment di Indonesia, Mudah dan Aman untuk Transaksi Bisnis

Jumat, 12 September 2025 - 07:09 WIB

Mega Jaya, Lebih dari Sekadar Distributor Lifting Equipment

Berita Terbaru