Emas Terus Menguat, Dolar AS Melemah

- Pewarta

Sabtu, 12 November 2022 - 09:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDIA EMITEN – Harga emas terus menguat pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), memperpanjang keuntungan sesi sebelumnya dan mencatat kenaikan mingguan terbesar dalam 30 bulan karena dolar AS terus melemah setelah data inflasi AS menunjukkan tanda-tanda pendinginan.

Kontrak harga  emas paling aktif untuk pengiriman Desember di Divisi Comex New York Exchange, menguat US$ 15,70 atau 0,9% menjadi ditutup pada US$ 1.769,40 per ounce.

Harga emas bertahan di level penutupan tertinggi sejak Agustus dan melonjak US$ 92,80 atau 5,5% untuk minggu ini, kenaikan mingguan terbesar sejak lompatan 6,5% selama seminggu hingga 3 April 2020.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Emas telah naik sejak Kamis karena inflasi AS mencatat pembacaan tahunan paling lambat dalam sembilan bulan, meningkatkan spekulasi bahwa Federal Reserve akan mundur dari kenaikan suku bunga agresif yang telah dilakukan sejak Maret, mengirim dolar jatuh.

Dolar AS turun tajam pada Jumat (11/11/2022), karena tanda-tanda perbaikan inflasi AS mendorong selera investor terhadap aset-aset berisiko. Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, jatuh 1,76% menjadi 106,2950, ​​menyusul penurunan 2,12% pada sesi sebelumnya.

Indeks dolar jatuh ke level terendah lebih dari dua bulan pada Jumat dan merosot 4,1% untuk minggu ini, terbesar sejak penurunan mingguan 4,8% pada Maret 2020.

Analis di platform perdagangan daring OANDA, Craig Erlam, memperkirakan emas akan mencapai US$ 1.800 setidaknya setelah melewati resistensi di antara US$ 1.770 dan US$ 1.780.

Emas menemukan dukungan tambahan karena data awal indeks keseluruhan pada sentimen konsumen AS November University of Michigan datang di 54,7, turun dari 59,9 pada Oktober, level terendah sejak Juli.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember turun 3,5 sen atau 0,16% menjadi US$ 21,667 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari turun US$ 16,9 atau 1,6% menjadi US$ 1.038,10 per ounce.

Berita Terkait

Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya
PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis
RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan
Ketahui Fungsi Platform Payment di Indonesia, Mudah dan Aman untuk Transaksi Bisnis
Mega Jaya, Lebih dari Sekadar Distributor Lifting Equipment
Nikmati Liburan dengan Rental Mobil Bandung Lepas Kunci
Perkuat Struktur Pendanaan Jangka Panjang, BRI Fokus Himpun Dana Murah
BRImo Siap Layani Kebutuhan Transaksi Finansial Kapan Saja, Liburan Lebih Tenang

Berita Terkait

Sabtu, 8 November 2025 - 04:56 WIB

Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya

Rabu, 8 Oktober 2025 - 10:55 WIB

PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis

Senin, 22 September 2025 - 17:21 WIB

RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan

Jumat, 19 September 2025 - 21:34 WIB

Ketahui Fungsi Platform Payment di Indonesia, Mudah dan Aman untuk Transaksi Bisnis

Jumat, 12 September 2025 - 07:09 WIB

Mega Jaya, Lebih dari Sekadar Distributor Lifting Equipment

Berita Terbaru