Emas Menguat Tipis, Mendekati Level Tertinggi 6 Bulan

- Pewarta

Sabtu, 31 Desember 2022 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Emas Menguat Tipis, Mendekati Level Tertinggi 6 Bulan

Foto ilustrasi: emas batangan/Dok

MEDIA EMITEN – Harga emas menguat tipis pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), memperpanjang keuntungan untuk hari kedua berturut-turut didorong oleh dolar AS yang melemah. Emas mengakhiri tahun 2022 mendekati level tertinggi enam bulan.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari di divisi Comex New York Exchange, menguat US$ 0,20 atau 0,01% menjadi US$ 1.826,20 per ounce, setelah diperdagangkan menyentuh level tertinggi sesi di US$ 1.832,40 dan terendah di US$ 1819.80 per ounce.

Emas mengakhiri tahun 2022 mendekati level tertinggi enam bulan, namun turun untuk tahun kedua berturut-turut karena kenaikan suku bunga yang agresif dari Federal Reserve memicu reli dolar yang menentang peran logam mulia sebagai tempat yang aman untuk memarkir aset.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dolar AS melemah pada perdagangan Jumat (30/12/2022) dengan indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, merosot 0,32% menjadi 103,5250 pada pukul 15.00 (20.00 GMT).

Indeks Manajer Pembelian (PMI) Chicago, dirilis oleh Institute for Supply Management-Chicago pada Jumat (30/12/2022), naik 7,7 poin menjadi 44,9 pada Desember. Angka Desember masih menandai bulan keempat berturut-turut di bawah ambang batas 50,0 poin yang memisahkan ekspansi dari kontraksi, meskipun itu menghentikan angka tiga bulan berturut-turut lebih rendah.

Investor sedang menunggu rilis risalah Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC), yang akan keluar pada Rabu minggu depan 4 Januari 2022 dan laporan pekerjaan besar AS, yang akan dirilis pada Jumat 6 Januari 2022.

Pertarungan The Fed melawan inflasi diperkirakan akan mendikte sentimen di pasar logam mulia tahun depan. Invasi Rusia ke Ukraina, inflasi yang melonjak, pembatasan COVID-19, dan pertumbuhan yang melambat membuat logam mulia akan mengalami pergerakan beragam di tahun 2022.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret tergelincir 21 sen atau 0,87% menjadi US$ 24,04 per oounce. Platinum untuk pengiriman April naik US$ 17,9 atau 1,68% menjadi US$ 1.082,90 per ounce.

Berita Terkait

Ini Solusi Prioritas Jika Ada Masalah dengan Website Anda
Abraham Rudy Tan Terpilih Sekjen ACCA, PSMTI Indonesia Cetak Sejarah Baru di Tingkat Asia Tenggara ASEAN
SapuLangit Media Kelola Lebih dari 200 Portal Berita, Mayoritas Media Ekonomi Bisnis dan Pers Daerah untuk Reputasi
Mesin Pabrik Jalan Terus tapi Pengiriman Tetap Telat, Ini Sebabnya
Jangan Terburu-Buru Menyimpan Emas Lama, Jual Emas Tanpa Surat Tetap Memiliki Nilai
Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya
PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis
RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 06:02 WIB

Ini Solusi Prioritas Jika Ada Masalah dengan Website Anda

Selasa, 15 September 2026 - 07:57 WIB

Abraham Rudy Tan Terpilih Sekjen ACCA, PSMTI Indonesia Cetak Sejarah Baru di Tingkat Asia Tenggara ASEAN

Kamis, 3 September 2026 - 07:51 WIB

SapuLangit Media Kelola Lebih dari 200 Portal Berita, Mayoritas Media Ekonomi Bisnis dan Pers Daerah untuk Reputasi

Senin, 31 Agustus 2026 - 16:19 WIB

Mesin Pabrik Jalan Terus tapi Pengiriman Tetap Telat, Ini Sebabnya

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:34 WIB

Jangan Terburu-Buru Menyimpan Emas Lama, Jual Emas Tanpa Surat Tetap Memiliki Nilai

Berita Terbaru

Huawei Luncurkan Solusi O&M untuk Berbagai Industri

Pers Rilis

Huawei Luncurkan Solusi O&M untuk Berbagai Industri

Minggu, 1 Nov 2026 - 04:56 WIB