Ekonom : Pelemahan Rupiah Sudah “Lampu Merah”

- Pewarta

Selasa, 4 September 2018 - 08:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Abra Talattov

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Abra Talattov

Mediaemiten.com, Jakarta – Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Abra Talattov menilai pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang telah menembus Rp14.900 per dolar AS, sudah “lampu merah” alias perlu diwaspadai.

“Gejolak nilai tukar rupiah sudah lampur merah. Dalam transaksi perdagangan siang ini sudah menyentuh Rp14.902/US, melanjutkan level terendah sejak krisis 1998,” ujar Abra saat dihubungi Antara di Jakarta, Selasa (4/9/2018).

Menurut Abra, pemerintah dan Bank Indonesia harus mampu menjaga kepercayaan pasar bahwa upaya penyelamatan rupiah yang sedang dilakukan pemerintah dilakukan secara struktural dan berdimensi jangka panjang.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain mengancam para spekulan valas, lanjut Abra, pemerintah mestinya juga memberi contoh dengan mendorong para pejabat dan BUMN untuk menukarkan sebagian aset dolarnya ke rupiah.

“Jadi tidak hanya mendesak eksportir untuk menukarkan Devisa Hasil Ekspor atau DHE ke Rupiah,” kata Abra.

Abra menuturkan, ajakan penukaran rupiah tersebut penting guna menciptakan stabilitas psikologis masyarakat.

“Hal yang paling dikhawatirkan ialah kalau sampai gejolak Rupiah saat ini menciptakan sentimen negatif yang semakin membesar menjadi kecemasan massal,” ujar Abra.

Selain itu, Abra menambahkan, aneka upaya memperbaiki defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD) juga mesti disampaikan secara baik kepada investor.

“Jangan sampai rencana kenaikan PPh barang impor dibaca sebagai bentuk proteksi yang berlebihan sehingga justru memantik tindakan balasan atau retaliasi dari para mitra dagang,” kata Abra.

Berdasarkan kurs tengah BI, nilai tukar Rupiah pada Selasa mencapai Rp14.840 per dolar, melemah dibandingkan hari sebelumnya Rp14.767 per dolar AS. (cit)

Berita Terkait

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation
TRUE Optimistis Proyek District East Meningkatkan Laba dan Valuasi Aset

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Kamis, 17 Juli 2025 - 14:29 WIB

Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terbaru