Dua Basis Produksi Minyak Libya Ditutup, Harga Minyak Melonjak

- Pewarta

Senin, 20 Januari 2020 - 02:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga minyak WTI anjlok

Harga minyak WTI anjlok

Infofinansi.com, Tokyo – Harga minyak melonjak di perdagangan Asia pada Senin pagi (20/1/2020), setelah dua basis produksi minyak mentah besar di Libya mulai ditutup di tengah blokade militer, mengakibatkan aliran minyak mentah dari anggota OPEC itu akan terpangkas menjadi lebih sedikit.

Minyak mentah berjangka Brent naik 75 sen atau 1,2 persen, menjadi diperdagangkan di 65,60 dolar AS per barela pada pukul 0109 GMT (08.09 WIB), setelah sebelumnya mencapai 66,00 dolar AS per barel, tertinggi sejak 9 Januari.

Sementara itu, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) menguat 60 sen atau atu persen, menjadi diperdagangkan pada 59,14 dolar AS per barel, setelah akhir pekan lalu naik menjadi 59,73 dolar AS per barel, tertinggi sejak 10 Januari.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam perkembangan terakhir dalam konflik berkepanjangan di Libya, di mana dua faksi saingan telah mengklaim hak untuk memerintah negara itu selama lebih dari lima tahun, National Oil Corporation (NOC) pada Minggu (19/1/2020) mengatakan dua ladang minyak besar di barat daya sudah mulai tutup setelah pasukan yang setia kepada Tentara Nasional Libya (LNA) menutup saluran pipa.

Jika ekspor dihentikan selama periode yang berkelanjutan, tangki untuk penyimpanan akan terisi dalam beberapa hari dan produksi akan melambat menjadi 72.000 barel per hari (bph), kata juru bicara NOC. Libya telah memproduksi sekitar 1,2 juta barel per hari baru-baru ini.

Juga pada Minggu (19/1/2020), negara-negara asing sepakat pada pertemuan puncak di Berlin untuk menopang gencatan senjata yang goyah di Libya, bahkan ketika pembicaraan dibayangi oleh blokade terbaru.

Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan kepada wartawan bahwa KTT Berlin, yang dihadiri oleh para pendukung utama faksi-faksi Libya yang bersaing, telah sepakat bahwa gencatan senjata sementara di Tripoli selama sepekan terakhir harus diubah menjadi gencatan senjata permanen untuk memungkinkan proses politik berlangsung. (pep)

Berita Terkait

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation
TRUE Optimistis Proyek District East Meningkatkan Laba dan Valuasi Aset
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Kamis, 17 Juli 2025 - 14:29 WIB

Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terbaru

Pers Rilis

ABC Impact Luncurkan “2025 Impact Review”

Rabu, 29 Apr 2026 - 10:22 WIB