DPRD Nilai Pemkab Situbondo Lamban Tagih PBB

- Pewarta

Jumat, 24 Agustus 2018 - 04:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Situbondo – DPRD Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, menilai pemerintah daerah setempat lamban menagih piutang pajak bumi dan bangunan (PBB), yang hingga 2017 terus bertambah mencapai Rp22 miliar.

“Lambannya penagihan piutang ini menyebabkan uang pemkab yang macet terus bertambah dari tahun ke tahun, Badan Anggaran DPRD menyoroti kinerja Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan Aset Daerah (DPPKAD),” kata Wakil Ketua DPRD Situbondo Zainiye di Situbondo, Jumat (24/8/2018).

Ia menyebutkan, pada 2016 piutang sekitar Rp20,9 miliar dan pada 2017 meningkat menjadi Rp24 miliar atau naik 3,1 miliar.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari Rp24 miliar tersebut, katanya, terbesar berasal dari pajak bumi dan bangunan atau PBB yaitu Rp22 miliar dan sejauh ini DPPKAD setempat selalu mengeluhkan validasi data penunggak pajak.

“Memang ada masalah ‘update’ data sejak terjadi peralihan penagihan pajak dari kantor pratama ke DPPKAD, namun setelah DPPKAD diberi anggaran Rp1 miliar untuk meng-‘update’ data PBB, hasilnya sangat mengecewakan karena hanya bisa merampungkan validasi data di dua kelurahan,” paparnya.

Oleh karena itu, lanjut dia, Badan Anggaran DPRD Situbondo meminta Pemkab mencari solusi penagihan piutang PBB yang jumlahnya cukup besar itu.

“DPRD tidak akan memberikan anggaran untuk ‘update’ data lagi karena anggaran yang cukup besar sudah dikeluarkan dan belum tentu sebanding dengan penghasilan yang diperoleh,” kata politikus PPP itu.

Zainiye menambahkan, DPPKAD perlu berkoordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, untuk melakukan pemutakhiran data PBB, seperti halnya pemkab melakukan validasi data angka kemiskinan partisipatif tanpa mengeluarkan anggaran. (nov)

Berita Terkait

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation
TRUE Optimistis Proyek District East Meningkatkan Laba dan Valuasi Aset

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Kamis, 17 Juli 2025 - 14:29 WIB

Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terbaru