DPR Soroti Keterlambatan Penyelesaian Proyek Gas JTB Bojonegoro

- Pewarta

Senin, 23 November 2020 - 10:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDIA EMITEN – Komisi VII DPR RI meninjau lokasi Proyek Pengembangan Gas Lapangan Unitisasi Jambaran-Tiung Biru (JTB) di Bojonegoro, Jawa Timur, yang akan menjadi salah satu tulang punggung energi nasional dengan kapasitas gas 192 MMscfd dan cadangan 2,5 triliun TCF. Berdasarkan informasi, proyek JTB baru bisa berproduksi pada tahun 2022 mendatang.

Namun target itu mundur dari rencana semula, yakni kuartal ke-4 tahun 2021. Untuk itu, Komisi VII DPR RI melakukan Kunjungan Kerja Spesifik ke lokasi proyek JTB guna memperoleh penjelasan kendala mundurnya operasi proyek JTB, hingga kebutuhan dukungan yang diperlukan untuk mengatasi permasalahan yang ada.

“Kunjungan ini merupakan salah satu bentuk usaha DPR dalam mendukung terlaksananya proyek JTB secara lancar. Dengan kunjungan ini, kami ingin melihat secara langsung kondisi lapangan, sehingga kami bisa mengetahui secara detail kendala apa yang ada di lapangan,” katanya Ketua Komisi VII DPR RI Sugeng Suparwoto saat memimpin Tim Kunspek Komisi VII DPR RI ke lokasi proyek JTB dan Banyu Urip di Bojonegoro, Jatim, Kamis, 19 November 2020.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Diungkapkan Sugeng, salah satu kendala yang perlu dipikirkan guna kelancaran Proyek JTB yang dikelola oleh PT Pertamina EP Cepu (PEPC) adalah dukungan pembangunan infrastruktur seperti jaringan gas untuk mengalirkan gas setelah produksi. “Kita tentu mendukung penuh proyek JTB ini supaya bisa segera beroperasi melalui tiga fungsi kami di DPR,” kata politisi Partai NasDem itu.

Sementara Anggota Komisi VII DPR RI Maman Abdurahman meminta PEPC mempercepat penyelesaian target kuartal ke-4 proyek JTB. Pasalnya saat ini posisi produksi gas semakin menurun. Ia memperkirakan, jika kuartal ke-4 tahun 2021 mendatang pembanguna  proyek ini tidak selesai, dampaknya akan besar terhadap ketahanan energi dalam negeri. 

“Saya sudah pada posisi muak dengan BUMN. Saya gak yakin kuartal ke-4 akan beres, belajar dari pengalaman selalu seperti itu. Mindset teman-teman BUMN belum nyambung dengan DPR, pendekatan masih komersil, kerja hari ini demi terima gaji. Gak ada yang kerja untuk bangsa dan negara, kerja untuk menjaga ketahanan energi kita,” kritik Maman. 

Disampaikan Maman, fungsi pengawasan yang dilakukan Komisi VII bukan untuk mengganggu tetapi untuk memastikan target kuartal ke-4 berjalan lancar. Pihaknya juga menyatakan siap membantu penyelesaian proyek JTB. “Kami membuka diri, teman-teman BUMN harus jemput bola. Sampaikan kendalanya, kalau ada yang ganggu kita sikat, ini erat kaitannya dengan security energi kita,” kata politisi Partai Golkar ini. 

Di tempat yang sama, Direktur Utama PEPC Awang Lazuardi menerangkan, dalam situasi pandemi Covid-19 ini beberapa proyek lain di seluruh dunia mengalami penundaan eksekusi atau bahkan ada yang sampai pembatalan. Namun proyek JTB masih bisa berjalan, dengan pencapaian beberapa milestone, yaitu dengan telah diselesaikannya pekerjaan Plug & Abandon di 1 sumur dan pemboran di 6 sumur produksi yang lebih cepat dari waktu yang ditargetkan.

Begitu juga dengan diselesaikannya pekerjaan rigless dan well testing di 4 sumur produksi dengan hasil yang sangat menggembirakan. Hasil well testing menunjukkan produksi per sumur lebih dari 60 MMscfd. “Total secara keseluruhan dalam proyek ini kita sudah mencapai 24 juta jam kerja selamat. Rencananya awal Desember nanti kita juga sudah akan melakukan well testing di Sumur Jambaran Central, mudah-mudahan lancer,” papar Awang.

Turut hadir dalam sejumlah Anggota Komisi VII DPR RI dalam Kunjungan Kerja Spesifik ini, di antara lainnya Paramitha Widya Kusuma (F-PDI Perjuangan), Ridwan Hisjam, Maman Abdurahman dan Dyah Roro Esti Putri dari F-Golkar, Arkansta Akram (F-NasDem), Ratna Juwita (F-PKB),) dan Rofik Hananto (F-PKS).(dpr)

Berita Terkait

Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya
PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis
RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan
Ketahui Fungsi Platform Payment di Indonesia, Mudah dan Aman untuk Transaksi Bisnis
Mega Jaya, Lebih dari Sekadar Distributor Lifting Equipment
Nikmati Liburan dengan Rental Mobil Bandung Lepas Kunci
Perkuat Struktur Pendanaan Jangka Panjang, BRI Fokus Himpun Dana Murah
BRImo Siap Layani Kebutuhan Transaksi Finansial Kapan Saja, Liburan Lebih Tenang

Berita Terkait

Sabtu, 8 November 2025 - 04:56 WIB

Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya

Rabu, 8 Oktober 2025 - 10:55 WIB

PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis

Senin, 22 September 2025 - 17:21 WIB

RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan

Jumat, 19 September 2025 - 21:34 WIB

Ketahui Fungsi Platform Payment di Indonesia, Mudah dan Aman untuk Transaksi Bisnis

Jumat, 12 September 2025 - 07:09 WIB

Mega Jaya, Lebih dari Sekadar Distributor Lifting Equipment

Berita Terbaru

Pers Rilis

Qualcomm dan Samsung Perluas Kolaborasi Snapdragon

Kamis, 23 Jul 2026 - 09:07 WIB

Pers Rilis

“NI NO KUNI: CROSS WORLDS” HADIRKAN LAYANAN GLOBAL TERPADU

Kamis, 23 Jul 2026 - 09:00 WIB