Mediaemiten.com, Medan – Pemegang saham PT Mark Dinamics Indonesia Tbk (MARK) dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) rnenyetujui rencana pemecahan nilai nominal saham (stock split).
Menurut Ridwan, Presiden Direktur Perseroan, aksi korporasi ini akan
meningkatkan jumlah saham beredar sebanyak lima kali lipat dan diharapkan dapat mendorong likuiditas perdagangan sahamnya di Bursa Efek lndonesia (BEI).
Persetujuan pemegang saham ini membuat nilai nominal saham Perseroan yang tadinya Rp 100 per saham akan dipecah dengan rasio 1 : 5 menjadi Rp 20 per saham.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pemecahan ini otomatis akan meningkatkan jumlah saham beredar yang yang tadinya sebanyak 76A.000.062 saham akan menjadi
3.800.000.310 saham.
“Dengan jumlah saham yang meningkat di pasal akan memberi kesempatan lebih besar kepada investor untuk menjadi bagian dari pemegang sah dan likuiditas perdagangan sahamnya akan meningkat,” kata Ridwan usai RUPSLB.
Perdagangan saham MARK di BEI pada tahun 2018, hingga akhir bulan November 2018, tercatat rata-rata sebesar 1,35 juta saham per hari atau 13.500 lot.
Menyusul persetujuan pemegang saham atas rencana stock split, diharapkan perdagangan saham Perseroan akan sernakin tinggi baik jumlah saham maupun frekuensinya.
Tahun ini, Perseroan mendapatkan penghargaan dari Kementrian Keuangan Republik Indonesia, Direktorat Jenderal Pajak KPP Pratama Lubuk Pakam atas dedikasi dan peranan dalam Pembayaran
Pajak sebagai Bagian dari Pengamanan Penerimaan Tahun 2018.
Penghargaan ini diserahkan oleh Kepala KPP Pratama Lubuk Pakam pada acaru Tax Gathering tahun 2018 pada hari Jumat tanggal l Desember di Gedung Keuangan Negara, Medan-Sumatera Utara.
Sekilas tentang Perseroan PT Mark Dynamics Indonesia Tbk adalah produsen cetakan sarung tangan kesehatan pertarna dan satu-satunya di Indonesia.
Saat ini 95 % produk Perseroan untuk mernenuhi kebutuhan ekspor dan
menguasai pangsa pasar 30 % produksi cetakan sarung tangan dunia. Untuk memenuhi permintaan pasar, Perseroan terus meningkatkan hasil produksi.
Baca Juga:
ICP DAS-BMP Pamerkan Inovasi TPU Medis di Ajang Medical Manufacturing Asia 2026
LX Pantos Indonesia Tingkatkan Komitmen CSR dengan Merenovasi Sekolah di Bekasi
Selama tahun 2017, Perseroan telah memproduksi 5 juta unit cetakan sarung tangan dan sampai dengan 3 September 2018 produksi Perseroan telah mencapai 4,8 juta unit.
Diharapkan sampai akhir tahun buku 31 Desember 2018, produksi akan mencapai 6,4 juta unit atau meningkat sebesar 28 % disbanding tahun buku yang sama
di tahun 2017.
Hingga 30 September 2018, perseroan berhasil meraih laba bersih Triwulan Ketiga tahun 2018 sebesar Rp 58,83 miliar atau meningkat sebesar 82,88o/o dibandingkan pencapaian periode yang sama tahun sebelumnya sebesar W 32,17 miliar.
Pencapaian ini juga berhasil melampaui pencapaian laba bersih sepanjang tahun 2017 yang tercatat sebesar Rp 49,25 miliar.
Perseroan juga mencatatkan perturnbuhan Total Aset per 30 September 2018 menjadi Rp 303,87 miliar, dengan peningkatan
sebesar 33,51 % dibandingkan posisi 31 Desember 2017. (emi)








