Dolar Turun dari Tertinggi Tujuh Pekan Setelah Sterling Menguat

- Pewarta

Rabu, 10 Oktober 2018 - 04:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, New York – Kurs dolar AS turun dari tertinggi tujuh pekan terhadap sejumlah mata uang pada akhir perdagangan Selasa (Rabu 10/10/2018 pagi WIB), akibat penurunan imbal hasil obligasi AS dan karena sterling naik menyusul laporan yang menghidupkan kembali harapan bahwa Inggris dan Uni Eropa berada di tepi kesepakatan Brexit.

Para investor membuang obligasi AS pekan lalu di tengah kekhawatiran bahwa inflasi domestik mungkin meningkat, mendorong Federal Reserve AS untuk mempercepat laju kenaikan suku bunganya.

Pada Selasa (9/10/2018), imbal hasil obligasi 10-tahun AS yang dijadikan sebagai acuan, naik ke tertinggi tujuh tahun di 3,261 persen sebelum mundur kembali menjadi 3,2101 persen karena harga ekuitas yang lebih lemah dan kekhawatiran tentang pertumbuhan global.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Indeks yang melacak dolar AS terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,11 persen menjadi 95,651 setelah mencapai tertinggi tujuh minggu di 96,155.

Euro dibantu oleh laporan Dow Jones bahwa kesepakatan tentang persyaratan bagi Inggris untuk meninggalkan blok ekonomi dapat dicapai secepatnya Senin (15/10/2018). Mata uang tunggal telah melemah sebelumnya karena kekhawatiran tentang ketegangan antara UE dan Italia atas anggaran negara itu.

“Itu membalikkan segalanya. Ini mengobati luka terbuka dari negosiasi anggaran Italia,” kata Boris Schlossberg, direktur pelaksana strategi valas di BK Asset Management di New York, mengatakan tentang laporan Dow Jones tentang kesepakatan Brexit pada Senin (15/10).

Dow Jones, mengutip para diplomat yang tidak diindentifikasi, mengatakan kedua pihak telah mempersempit perbedaan mereka sekitar perbatasan Irlandia, tetapi beberapa masalah belum dipecahkan.

Sterling membalikkan penurunan sebelumnya menjadi naik ke 1,3147 dolar AS, menguat 0,41 persen. Terhadap euro, naik 0,36 persen menjadi 87,45 pence per euro.

Sebelumnya, Menteri Ekonomi Italia Giovanni Tria melontarkan nada tegas tentang rencana anggarannya yang kontroversial di parlemen Roma. Patokan imbal hasil obligasi pemerintah Italia bertenor 10-tahun naik menuju tertinggi 4,5 ahun.

Euro jatuh ke level terendah tujuh minggu di 1,14325 dolar AS. Mata uang tunggal terakhir di 1,15000 dolar AS, naik 0,08 persen. Euro juga turun 0,1 persen menjadi 129,980 yen.

Sementara itu yuab China stabil di dekat terendah tujuh minggu terhadap greenback, karena tekanan likuiditas di pasar yuan luar negeri di Hong Kong membantu menstabilkan sentimen.

Yuan China di luar negeri turun menjadi 6,9350 yuan per dolar AS, sebelum terkoreksi ke 6,9158, yang sedikit berubah pada hari itu.

Pada akhir pekan, bank sentral China memotong persyaratan cadangan bank dalam upaya untuk menambah lebih banyak likuiditas ke dalam sistem perbankannya, karena pembuat kebijakan khawatir tentang dampak ekonomi dari sengketa perdagangan panas dengan Amerika Serikat.

Perdebatan antara Washington dan Beijing tentang perdagangan dan target utang besar yang diusulkan Italia telah memicu kekhawatiran tentang perlambatan pertumbuhan global, memicu permintaan terhadap mata uang “safe haven” dolar AS.

Dana Moneter Internasional (IMF) pada Selasa (9/10/2018) mengurangi perkiraan pertumbuhan global untuk 2018 dan 2019 menjadi 3,7 persen dari 3,9 persen untuk kedua tahun tersebut. (pep)

Berita Terkait

PROPAMI: Usulan MSCI Bukan Vonis Akhir, Pasar Modal RI Perlu Reformasi Nyata
Seminar Nasional PROPAMI Bahas Ekosistem Pasar Modal dari Berbagai Perspektif
Resmi Dibuka, Astra Auto Fest 2025 Semarak Beragam Promo dari Grup Astra
Pasar Modal Indonesia Waspada, CSA Index September 2025 Terkoreksi
Strategi BUMI Kuasai Wolfram, Tambang Emas Jumbo di Queensland Australia
Analisis: Keterlambatan Laporan Keuangan Picu Asimetri Informasi di Pasar
Strategi SMMA Konversi Utang Jadi Saham, Langkah Cerdas Atasi Beban Finansial
CSA Index RI Agustus Tertinggi Sejak Awal Tahun

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:20 WIB

PROPAMI: Usulan MSCI Bukan Vonis Akhir, Pasar Modal RI Perlu Reformasi Nyata

Sabtu, 26 September 2026 - 20:02 WIB

Seminar Nasional PROPAMI Bahas Ekosistem Pasar Modal dari Berbagai Perspektif

Jumat, 5 Desember 2025 - 18:00 WIB

Resmi Dibuka, Astra Auto Fest 2025 Semarak Beragam Promo dari Grup Astra

Jumat, 12 September 2025 - 22:03 WIB

Pasar Modal Indonesia Waspada, CSA Index September 2025 Terkoreksi

Rabu, 20 Agustus 2025 - 15:17 WIB

Strategi BUMI Kuasai Wolfram, Tambang Emas Jumbo di Queensland Australia

Berita Terbaru