Dolar Melemah Terhadap Euro Setelah Data Jerman Positif, Sterling Kuat

- Pewarta

Rabu, 11 Desember 2019 - 03:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dolar Melemah Terhadap Euro Setelah Data Jerman Positif, Sterling Kuat

Mediaemiten.com, New York – Kurs dolar AS melemah terhadap euro pada akhir perdagangan Rabu pagi (11/12/2019)), setelah survei sentimen ekonomi Jerman yang lebih baik dari perkiraan mendorong mata uang bersama, sementara sterling mencapai tertinggi delapan bulan terhadap greenback menjelang pemilihan umum Inggris 12 Desember.

Euro menguat 0,28 persen menjadi berada di 1,1093 dolar setelah indeks bulanan lembaga penelitian ZEW tentang moral ekonomi di antara investor Jerman menunjukkan mood meningkat jauh lebih dari perkiraan pada Desember, dengan kenaikan yang tidak terduga pada ekspor Oktober meningkatkan harapan untuk peningkatan ekonomi terbesar di Eropa itu.

“Pembacaan ekspektasi ZEW Jerman berubah tajam menjadi positif kemungkinan mengindikasikan bahwa sentimen sudah berada di posisi terendah,” Edward Moya, analis pasar senior di OANDA, mengatakan dalam sebuah catatan.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Penilaian saat ini masih sangat dalam di wilayah negatif tetapi memang meningkat dan mengalahkan harapan,” katanya.

Dorongan terhadap euro tidak mungkin secara signifikan mengubah arahnya terhadap greenback, kata John Doyle, wakil presiden bidang transaksi dan perdagangan, di Tempus Inc di Washington.

Mata uang bersama itu turun sekitar 3,3 persen terhadap dolar sepanjang tahun ini.

Pergerakan pasar mata uang pada Selasa (10/12/2019) cukup diredam karena investor menunggu perkembangan dari pertemuan bank sentral di Amerika Serikat dan Eropa serta ketika batas waktu 15 Desember untuk gelombang tarif AS berikutnya pada barang-barang China memberi perhatian pada pasar global.

“Dolar dalam kisaran yang ketat, yang merupakan hal normal baru,” kata Doyle.

Investor hampir yakin Federal Reserve akan membiarkan suku bunga tidak berubah ketika pertemuan dua hari berakhir pada Rabu, sementara Bank Sentral Eropa juga diperkirakan akan mempertahankan suku bunga stabil pada Kamis.

Baca juga: Emas naik, pedagang amati pembicaraan perdagangan, pengumuman Fed

Investor juga sedang menunggu hasil pemilihan umum Inggris.

“Pertemuan bank sentral dan pemilihan Inggris adalah peristiwa risiko terbesar minggu ini sehingga kami melihat volatilitas mengambil sentuhan mulai besok sore,” katanya.

Pembicaraan perdagangan AS-China tetap tidak menentu dengan sedikit kepastian tentang apakah Washington akan memberlakukan putaran tarif baru jika kedua negara tidak dapat menyetujui kesepakatan perdagangan terbatas pada 15 Desember.

Dolar naik 0,16 persen terhadap mata uang safe-haven yen Jepang di 108,72 yen.

Yuan China – mata uang yang paling sensitif terhadap perang dagang AS-China – sedikit berubah terhadap dolar AS di pasar luar negeri, terakhir di 7,0285 yuan per dolar.

Sterling naik 0,42 persen pada 1,3198 dolar, level tertinggi sejak akhir Maret, menguatkan keuntungan baru-baru ini karena para pedagang mengabaikan data pertumbuhan ekonomi yang lemah dan mengawasi hari-hari terakhir kampanye sebelum pemilihan pada Kamis besok. (pep)

Berita Terkait

Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU
PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:38 WIB

Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Berita Terbaru