Dolar Bervariasi di Tengah Beberapa Data Ekonomi Terbaru

- Pewarta

Rabu, 29 Agustus 2018 - 03:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, New York – Kurs dolar AS diperdagangkan bervariasi terhadap mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Selasa (Rabu 29/8/2018 pagi WIB), karena investor mempertimbangkan sejumlah data ekonomi terbaru.

Kepercayaan konsumen AS pada Agustus naik ke level tertinggi sejak Oktober 2000, dengan Indeks Kepercayaan Konsumen The Conference Board berdiri di 133,4, naik dari 127,9 pada Juli.

Indeks Harga Rumah Nasional NSA AS dari S&P CoreLogic Case-Shiller, yang mencakup sembilan divisi Sensus AS, melaporkan kenaikan tahunan 6,2 persen pada Juni, turun dari 6,4 persen pada bulan sebelumnya.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu, defisit perdagangan internasional AS dalam barang-barang datang di 72,2 miliar dolar AS pada Juli, naik 4,3 miliar dolar AS dari angka Juni dan melebihi perkiraan pasar, Departemen Perdagangan melaporkan pada Selasa (28/8/2018).

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,07 persen menjadi 94,71 pada akhir perdagangan.

Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi 1,1696 dolar AS dari 1,1679 dolar AS pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi 1,2867 dolar AS dari 1,2893 dolar AS pada sesi sebelumnya. Dolar Australia jatuh ke 0,7335 dolar AS dari 0,7346 dolar AS.

Dolar AS dibeli 111,21 yen Jepang, lebih tinggi dari 111,10 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS merosot ke 0,9766 franc Swiss dari 0,9796 franc Swiss, dan turun menjadi 1,2931 dolar Kanada dari 1,2964 dolar Kanada. (pep)

Berita Terkait

PROPAMI: Usulan MSCI Bukan Vonis Akhir, Pasar Modal RI Perlu Reformasi Nyata
Seminar Nasional PROPAMI Bahas Ekosistem Pasar Modal dari Berbagai Perspektif
Resmi Dibuka, Astra Auto Fest 2025 Semarak Beragam Promo dari Grup Astra
Pasar Modal Indonesia Waspada, CSA Index September 2025 Terkoreksi
Strategi BUMI Kuasai Wolfram, Tambang Emas Jumbo di Queensland Australia
Analisis: Keterlambatan Laporan Keuangan Picu Asimetri Informasi di Pasar
Strategi SMMA Konversi Utang Jadi Saham, Langkah Cerdas Atasi Beban Finansial
CSA Index RI Agustus Tertinggi Sejak Awal Tahun

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:20 WIB

PROPAMI: Usulan MSCI Bukan Vonis Akhir, Pasar Modal RI Perlu Reformasi Nyata

Sabtu, 26 September 2026 - 20:02 WIB

Seminar Nasional PROPAMI Bahas Ekosistem Pasar Modal dari Berbagai Perspektif

Jumat, 5 Desember 2025 - 18:00 WIB

Resmi Dibuka, Astra Auto Fest 2025 Semarak Beragam Promo dari Grup Astra

Jumat, 12 September 2025 - 22:03 WIB

Pasar Modal Indonesia Waspada, CSA Index September 2025 Terkoreksi

Rabu, 20 Agustus 2025 - 15:17 WIB

Strategi BUMI Kuasai Wolfram, Tambang Emas Jumbo di Queensland Australia

Berita Terbaru