Dolar AS Jatuh di Tengah Poundsterling yang Lebih Kuat

- Pewarta

Selasa, 2 April 2019 - 02:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dolar AS Jatuh di Tengah Poundsterling yang Lebih Kuat

Mediaemiten.com, New York – Kurs dolar AS melemah terhadap sejumlah mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Selasa pagi (2/4/2019), di tengah meningkatnya poundsterling Inggris, karena investor terus mengawasi pemungutan suara di parlemen tentang empat proposal Brexit dari sembilan proposal.

Ketua Majelis Rendah Inggris John Bercow pada Senin (1/4) memilih empat proposal Brexit dari sembilan proposal bagi anggota parlemen untuk dipilih, yang meliputi keanggotaan Inggris dari pasar tunggal dan serikat pabean (customs union).

Anggota parlemen diharapkan memberikan suara pada putaran kedua “pemungutan suara indikatif,” yang akan dimulai pada pukul 20.00 waktu setempat, dan itu dimaksudkan untuk melihat apa hasil, jika ada, perintah mayoritas di parlemen, yang telah menolak kesepakatan Brexit Perdana Menteri Theresa May tiga kali sejak Januari.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pound Inggris naik pada Senin (1/4) karena investor bersiap-siap untuk parlemen untuk memilih serangkaian opsi Brexit, dengan beberapa berharap bahwa ketidakpastian saat ini akan berakhir dalam Brexit yang lebih lembut daripada kesepakatan penarikan mundur Perdana Menteri Theresa May yang ditolak

Kesepakatan May ditolak untuk ketiga kalinya oleh anggota parlemen pada Jumat (29/3), menjerumuskan Inggris ke dalam ketidakpastian politik yang lebih besar dan mengirim sterling di bawah 1,30 dolar AS. Tetapi mata uang Inggris itu telah menguat kembali.

Itu menunjukkan beberapa investor menilai prospek Inggris tersingkir dari Uni Eropa tanpa kesepakatan meskipun terjadi kekacauan politik, dan sebaliknya mengharapkan penundaan lebih lama untuk Brexit, atau pada akhirnya muncul kesepakatan di mana hubungan dengan blok perdagangan lebih dekat daripada di bawah kesepakatan May.

Pada akhir perdagangan New York, euro jatuh menjadi1,1211 dolar AS dari 1,1214 dolar AS di sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi 1,3125 dolar AS dari 1,3003 dolar AS di sesi sebelumnya. Dolar Australia naik ke 0,7112 dolar AS dari 0,7097 dolar AS.

Dolar AS dibeli 111,36 yen Jepang, lebih tinggi dari 110,82 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS menguat menjadi 0,9989 franc Swiss dari 0,9960 franc Swiss, dan jatuh ke 1,3310 dolar Kanada dari 1,3355 dolar Kanada. (pep)

Berita Terkait

Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU
PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:38 WIB

Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Berita Terbaru

CATL Mulai Uji Coba Produksi Sel Baterai di Hungaria

Pers Rilis

CATL Mulai Uji Coba Produksi Sel Baterai di Hungaria

Rabu, 23 Sep 2026 - 13:16 WIB