Dedolarisasi Makin Masif, BRICS Berencana Buat Mata Uang Baru

- Pewarta

Sabtu, 8 April 2023 - 13:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dedolarisasi Makin Masif, BRICS Berencana Buat Mata Uang Baru

Foto ilustrasi: Mata uang dolar AS/Dok.

MEDIA EMITEN – Dedolarisasi yakni mengurangi ketergantungan pemakaian dolar AS makin masif belakangan ini. Negara-negara BRICS yang terdiri atas Brasil, Rusia, India, Cina, dan Afrika Selatan mempertimbangkan membuat mata uang baru untuk memfasilitasi perdagangan.

Perjanjian terkait pemakaian mata uang baru diprediksi paling cepat terjadi pada Agustus, ketika negara-negara tersebut bertemu dalam pertemuan puncak tahunan di Afrika Selatan.

Penciptaan uang baru tersebut menjadi upaya BRICS menyingkirkan dolar AS dan melawan hegemoni Amerika Serikat.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebelumnya, ASEAN juga berkomitmen untuk memperkuat mata uang sendiri di kawasan. Hal ini dilakukan guna mengatasi ketidakpastian ekonomi global dengan volatilitas dolarAS yang tinggi.

Retno Marsudi pada acara press briefing ASEAN 2023 di kantor Kemlu RI, Jakarta, Rabu 5 April 2023 menjelaskan, pemakaian mata uang ASEAN dapat digunakan untuk “transaksi perdagangan dan konektivitas mekanisme pembayaran di kawasan ASEAN.”

“Dalam pertemuan Menkeu dan Bank Sentral ASEAN, disepakati komitmen negara ASEAN untuk menggunakan mata uang lokal dan perluasan konektivitas mekanisme pembayaran (regional payment connectivity) guna memperkuat stabilitas keuangan di kawasan,” ujar Menlu RI

Meski demikian, pihak Kemlu RI tidak menggunakan istilah dedolarisasi. Isu seputar pemakaian mata uang regional di ASEAN (Local Currency Settlement/LCS) sebetulnya bukan hal baru.

Bank Indonesia juga telah menjelaskan bahwa kebijakan ini bisa mengurangi porsi demand terhadap dolar AS. Pada pertemuan bank sentral negara-negara ASEAN di Bali, Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkap keingingan membentuk task force untuk isu ini. 

“Kami bertujuan untuk membentuk gugus tugas transaksi mata uang lokal ASEAN untuk memiliki diskusi yang kuat dan terfokus pada mata uang lokal,” ungkapnya pada akhir Maret kemarin.

Para pendukung dedolarisasi mengatakan, proses ini akan mengurangi ketergantungan negara lain pada dolar AS dan ekonomi Amerika Serikat. Langkah ini juga dapat membantu mengurangi dampak perubahan ekonomi dan politik di AS terhadap ekonomi mereka sendiri.

Selain itu, negara-negara dapat mengurangi keterpaparan terhadap fluktuasi mata uang dan perubahan suku bunga, yang dapat membantu meningkatkan stabilitas ekonomi dan mengurangi risiko krisis keuangan.

Upaya tersebut agaknya berjalan cukup cepat dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2022, Dana Moneter Internasional (IMF) mencatat bahwa bank sentral saat ini tidak memegang greenback sebagai cadangan dalam jumlah yang sama seperti sebelumnya.

Bagian dolar dari cadangan devisa global turun di bawah 59% pada kuartal terakhir tahun lalu, memperpanjang penurunan dua dekade, menurut data Komposisi Mata Uang dari Cadangan Devisa Resmi IMF.

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru

CGTN Luncurkan News Pal, Asisten Berita Berbasis AI

Pers Rilis

CGTN Luncurkan News Pal, Asisten Berita Berbasis AI

Jumat, 23 Okt 2026 - 04:18 WIB