Chandra Asri Petrochemical Rugi USD 17 Juta di Kuartal I-2020, Ini Penyebabnya

- Pewarta

Senin, 8 Juni 2020 - 09:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: industri pengolahan petrokimia/Dok

Foto ilustrasi: industri pengolahan petrokimia/Dok

Mediaemiten.com, Jakarta – Perusahaan bergerak dalam bidang usaha industri pengolahan (petrokimia) PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) hingga kuartal I-2020 mencatatkan Rugi Bersih USD17 juta, sedangkan di kuartal I 2019 masih mencatatkan laba bersih USD17,6 juta.

Direktur Perseroan, Suryandi menjelaskan, kinerja ini terutama disebabkan oleh margin yang terkompresi sebesar USD78 juta dan penuruanan Pendapatan Bersih sebesar 13,7 persen menjadi USD476.8 juta dari USD552.2 juta di kuartal I 2019, sebagai akibat dari harga penjualan rata-rata produk yang lebih rendah terutama untuk Olefins dan Polyolefins dengan volume penjualan yang relatif stabil.

“Beban Pokok Pendapatan tetap stabil sebesar USD493.4 juta dari USD490.3 juta di Q1 2019 sebagian besar disebabkan oleh volume bahan baku yang lebih tinggi sebagai akibat dari peningkatan kapasitas produksi dan diimbangi oleh penurunan harga Naphtha menjadi rata-rata USD521/MT dari USD533/MT di Q1 2019,mencerminkan harga minyak mentah Brent yang lebih rendah yang berkontraksi ke rata-rata USD50/bbl dibandingkan dengan USD63/bbl di Q1 2019.“ papar dia dalam siaran pers yang dimuat pada laman BEI Jumat (5/6/2020).

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menambahkan, kinerja kuartal I 2020 dibentuk oleh lingkungan makro yang menantang, margin petrokimia yang ketat, dan pelemahan permintaan terutama di pasar domestik China karena pandemi Covid-19.

“Untuk itu, kami mengelola dan menavigasi ketidakpastian yang belum pernah terjadi sebelumnya ini. Chandra Asri berfokus pada tiga imperatif strategis utama, yaitu (1) Kelangsungan Bisnis, (2) Keunggulan Operasional, dan (3) Ketahanan Keuangan,” kata dia.

Terlebih, lanjutnya, dengan posisi neraca yang kuat dan likuiditas sebesar USD880 juta per 31 Maret 2020, termasuk USD624 juta kas dan setara kas, Chandra Asri berada dalam posisi yang baik untuk menghadapi krisis.

Pada laporan keungan perseroan juga disebutkan bahwa perseroan membukukan rugi per saham dasar pada kuartal I-2020 menjadi USD0,001 berbanding ter balik dari laba per saham pada tahun sebelumnya yang USD0,001.

Sehingga total aset yang dimiliki perseroan per 31 Maret 2020 sebesar USD3,40 miliar atau turun tipis dari USD3,45 miliar.

Sedangkan untuk kas dan setra kas akhir periode sebesar USD623,91 juta naik dari periode yang sama tahun sebelumnya yang USD547,74 juta. (ten)

Berita Terkait

Resmi Dibuka, Astra Auto Fest 2025 Semarak Beragam Promo dari Grup Astra
Pasar Modal Indonesia Waspada, CSA Index September 2025 Terkoreksi
Strategi BUMI Kuasai Wolfram, Tambang Emas Jumbo di Queensland Australia
Analisis: Keterlambatan Laporan Keuangan Picu Asimetri Informasi di Pasar
Strategi SMMA Konversi Utang Jadi Saham, Langkah Cerdas Atasi Beban Finansial
CSA Index RI Agustus Tertinggi Sejak Awal Tahun
Strategi Baru Remala Abadi: Transaksi Saham Komisaris Tingkatkan Kontrol Bisnis
Pasca Keluar dari LQ45, SIDO Pindah Fokus dari Domestik ke Internasional

Berita Terkait

Jumat, 5 Desember 2025 - 18:00 WIB

Resmi Dibuka, Astra Auto Fest 2025 Semarak Beragam Promo dari Grup Astra

Jumat, 12 September 2025 - 22:03 WIB

Pasar Modal Indonesia Waspada, CSA Index September 2025 Terkoreksi

Rabu, 20 Agustus 2025 - 15:17 WIB

Strategi BUMI Kuasai Wolfram, Tambang Emas Jumbo di Queensland Australia

Rabu, 20 Agustus 2025 - 10:11 WIB

Analisis: Keterlambatan Laporan Keuangan Picu Asimetri Informasi di Pasar

Senin, 18 Agustus 2025 - 11:46 WIB

Strategi SMMA Konversi Utang Jadi Saham, Langkah Cerdas Atasi Beban Finansial

Berita Terbaru