Bursa Wall Street Ditutup Bervariasi Jelang Pidato Ketua Fed

- Pewarta

Selasa, 25 Juni 2019 - 04:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bursa Wall Street Ditutup Bervariasi Jelang Pidato Ketua Fed

Foto ilustrasi: Bursa saham New York Stock Exchange, Wall Street, AS/Dok.

Mediaemiten.com, New York – Saham-saham di bursa Wall Street bervariasi pada akhir perdagangan Selasa pagi (25/6/2019), karena investor menunggu pernyataan Ketua Federal Reserve Jerome Powell untuk mencari lebih banyak petunjuk tentang langkah kebijakan moneter bank sentral berikutnya.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik tipis 8,41 poin atau 0,03 persen, menjadi ditutup di 26.727,54 poin. Indeks S&P 500 turun 5,11 poin atau 0,17 persen, menjadi berakhir di 2.945,35 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup 26,01 poin atau 0,32 persen lebih rendah, menjadi 8.005,70 poin.

Pekan lalu, The Fed memutuskan untuk mempertahankan suku bunga federal fund (federal funds rate/FFR) stabil di 2,25 persen hingga 2,5 persen, namun mengisyaratkan kemungkinan penurunan suku bunga tahun ini, mengatakan akan bertindak sewajarnya untuk mempertahankan ekspansi.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Para pelaku pasar percaya bahwa pemotongan suku bunga Fed akan menjadi kepastian pada Juli, karena probabilitas “pelonggaran” dalam suku bunga The Fed tetap 100 persen pada Senin (24/6/2019), menurut alat FedWatch CME Group.

Powell dijadwalkan akan membahas tantangan yang dihadapi ekonomi AS dan kebijakan-kebijakan bank sentral pada Dewan Hubungan Luar Negeri di New York City pada Selasa waktu setempat.

Di sisi ekonomi, dilansir Xinhua, investor terus mencerna data terbaru yang keluar lebih lemah dari yang diharapkan. Indeks Output Komposit IHS dari IHS Markit Flash yang disesuaikan secara musiman, turun menjadi 50,6 pada Juni dari 50,9 pada bulan sebelumnya.

Angka tersebut menandai ekspansi aktivitas bisnis terlemah selama lebih dari tiga tahun, karena pertumbuhan output sektor swasta negara itu telah menurun sejak Februari, karena kondisi ekonomi domestik yang kurang menguntungkan dan kecenderungan untuk penghindaran risiko yang lebih besar. (pep)

Berita Terkait

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation
TRUE Optimistis Proyek District East Meningkatkan Laba dan Valuasi Aset

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Kamis, 17 Juli 2025 - 14:29 WIB

Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terbaru