Bursa Wall Street Ditutup Bervariasi, Indeks Dow Jones Turun 0,22 Persen

- Pewarta

Rabu, 12 Desember 2018 - 04:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bursa Wall Street Ditutup Bervariasi, Indeks Dow Jones Turun 0,22 Persen

Mediaemiten.com, New York – Saham-saham di Wall Street bervariasi pada penutupan perdagangan Rabu pagi (12/12/2018), setelah bergerak berfluktuasi karena para investor mempertimbangkan data ekonomi di tengah kemungkinan kemajuan perdagangan.

Indeks Dow Jones Industrial Average menurun 53,02 poin atau 0,22 persen, menjadi berakhir di 24.370,24 poin. Indeks S&P 500 berkurang 0,94 poin atau 0,04 persen, menjadi ditutup di 2.636,78 poin. Sementara itu, Indeks Komposit Nasdaq meningkat 11,31 poin atau 0,16 persen, menjadi berakhir di 7.031,83 poin.

Pasar memiliki awal sesi yang positif dengan Dow melompat lebih dari 360 poin pada level tertingginya, sebut Xinhua. Namun, tiga indeks utama sering berganti-ganti antara keuntungan dan kerugian sepanjang sesi sore, menampilkan gejolak lain dari volatilitas pasar.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saham Travelers Companies dan Boeing masing-masing turun 1,65 persen dan 1,32 persen, memimpin pelambatan di Dow. Namun demikian, Nike dan Verizon Communications masing-masing naik 1,46 persen dan 1,00 persen, merupakan dua “advancers” terbesar dalam indeks 30 saham.

Delapan dari 11 sektor utama S&P 500 ditutup lebih tinggi, dengan konsumen naik 0,85 persen, memimpin kenaikan. Sektor finansial menurun lebih dari 1,00 persen setelah sesi sebelumnya melemah. Jasa-jasa komunikasi dan teknologi meningkat, berkontribusi pada kenaikan indeks teknologi Nasdaq.

Para investor memperhatikan perkembangan perdagangan antara Washington dan mitra dagang utamanya.

Pejabat-pejabat dari China dan Amerika Serikat membahas perselisihan perdagangan antara kedua negara. Kedua belah pihak saling bertukar pandangan tentang jadwal dan peta jalan untuk mendorong pembicaraan perdagangan berikutnya, menurut sebuah pernyataan yang dirilis Selasa (11/12) oleh Kementerian Perdagangan China.

Wall Street telah bergulat dengan masalah perdagangan untuk sebagian besar waktu tahun ini, karena mereka dapat mempengaruhi ekonomi global dan pendapatan perusahaan.

Di sisi ekonomi, indeks harga produsen AS naik 0,1 persen pada November, mengalahkan perkiraan, Departemen Tenaga Kerja melaporkan pada Selasa (11/12).

Optimisme usaha kecil AS merosot pada November. Indeks turun 2,6 poin menjadi 104,8 dengan lebih dari separuh penurunan disebabkan oleh ekspektasi kondisi-kondisi bisnis dan ekspektasi penjualan riil, menurut laporan yang dirilis oleh Federasi Nasional Bisnis Independen (National Federation of Independent Business). (pep)

Berita Terkait

Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU
PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:38 WIB

Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Berita Terbaru