Bursa Saham Australia Menguat, Meski Saham Energi Anjlok

- Pewarta

Rabu, 3 Juli 2019 - 04:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bursa Saham Australia Menguat, Meski Saham Energi Anjlok

Mediaemiten.com, Sydney – Bursa saham Australia dibuka lebih tinggi pada perdagangan Rabu pagi (3/7/2019), meskipun ada penurunan signifikan di sektor energi menyusul kejatuhan harga minyak.

Pada pukul 10.30 waktu setempat, indeks acuan S&P/ASX 200 naik 9,70 poin atau 0,15 persen menjadi diperdagangkan di 6.662,90 poin, sedangkan Indeks All Ordinaries yang lebih luas turun 9,70 poin atau 0,14 persen pada 6.750,80 poin.

Sementara investor lokal tampak positif setelah tertinggi sepanjang masa kedua berturut-turut pada S&P 500 semalam di Wall Street, sektor energi tetap di bawah tekanan berat.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Harga minyak jatuh 4-5 persen pada Selasa (2/7/2019) meskipun OPEC dan sekutunya memperpanjang pengurangan pasokan hingga Maret 2020,” kata Ekonom Senior di Commonwealth Bank, Kristina Clifton kepada investor dalam catatan pagi.

“Investor khawatir bahwa data manufaktur yang lemah mengisyaratkan melemahnya permintaan minyak global.”

“OPEC dan sekutunya seperti Rusia melanjutkan pemangkasan produksi gabungan sebesar 1,2 juta barel per hari atau 1,2 persen dari permintaan dunia.”

Di sektor keuangan, bank-bank besar Australia juga kehilangan kekuatan dengan Commonwealth Bank turun 0,47 persen, Westpac Bank turun 0,75 persen, National Australia Bank turun 0,45 persen dan ANZ turun 0,90 persen.

Saham-saham pertambangan menguat dengan BHP naik 0,29 persen, Rio Tinto naik 0,73 persen, Fortescue Metals naik 1,20 persen dan penambang emas Newcrest naik 1,65 persen.

Saham produsen-produsen minyak dan gas merosot dengan Woodside Petroleum turun 1,12 persen, Santos turun 2,50 persen, dan Oil Search turun 1,82 persen.

Jaringan supermarket terbesar Australia menguat dengan Wesfarmers naik 0,13 persen dan Woolworths melonjak 3,25 persen.

Sementara raksasa telekomunikasi Telstra terangkat 0,13 persen, operator nasional Qantas turun 0,18 persen, dan perusahaan biomedis CSL naik tipis 0,01 persen. Demikian laporan yang dikutip dari Xinhua. (pep)

Berita Terkait

Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU
PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:38 WIB

Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Berita Terbaru

Flexsys Mengumumkan Kenaikan Harga Global untuk Sulfur Tak Larut

Pers Rilis

Flexsys Mengumumkan Kenaikan Harga Global untuk Sulfur Tak Larut

Jumat, 11 Sep 2026 - 00:05 WIB