Bursa saham Australia Melemah, Indeks ASX 200 Dibuka Turun 11,90 Poin

- Pewarta

Jumat, 28 Juni 2019 - 02:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Sydney – Pasar saham Australia dibuka lebih rendah pada perdagangan Jumat pagi (28/6/2019), dengan saham sektor energi dan material menekan indeks pada hari terakhir tahun keuangan.

Pada pukul 10.35 waktu setempat, indeks acuan S&P/ASX 200 turun 11,90 poin atau 0,18 persen menjadi diperdagangkan di 6.654,40 poin, sedangkan Indeks All Ordinaries yang lebih luas turun 9,30 poin atau 0,14 persen pada 6.733,70 poin.

“Perdagangan semalam stabil,” kata Kepala Strategi Pasar CMC Markets, Michael McCarthy kepada investor dalam catatan pagi.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pasar saham Asia Pasifik mengungguli rekan-rekan global mereka selama dua puluh empat jam terakhir. Baik Nikkei dan Hang Seng mencatat kenaikan kuat kemarin, dengan perubahan dalam prospek mata uang regional sebagai pendorong utama.”

Namun terlepas dari sentimen positif di kawasan itu, McCarthy mengatakan, “akhir tahun keuangan di Australia membuat memprediksi hasil perdagangan hari ini lebih sulit.”

“Peraturan perpajakan memberikan insentif bagi beberapa kelas investor untuk menjual posisi yang rugi, meningkatkan tekanan pada saham-saham yang sudah jatuh. Minat penjualan ini dapat diimbangi oleh pembelian para pengelola dana (fund manager) untuk kinerja bulanan, triwulanan dan tahunan,” jelasnya.

Di sektor keuangan, bank-bank besar Australia menguat dengan Commonwealth Bank naik 0,65 persen, Westpac Bank naik 0,68 persen, National Australia Bank naik 0,11 persen dan ANZ naik 0,28 persen.

Setelah kenaikan kuat kemarin, saham-saham pertambangan ditarik kembali dengan BHP turun 1,34 persen, Rio Tinto turun 2,37 persen, Fortescue Metals turun 0,87 persen dan penambang emas Newcrest turun 1,95 persen.

Produsen-produsen minyak dan gas juga melemah dengan Woodside Petroleum turun 1,29 persen, Santos turun 1,11 persen dan Oil Search turun 1,25 persen.

Jaringan supermarket terbesar di Australia melemah dengan Wesfarmers turun 0,96 persen dan Woolworths turun 0,37 persen.

Sementara raksasa telekomunikasi Telstra turun 0,26 persen, maskapai penerbangan nasional Qantas berkurang 0,74 persen dan perusahaan biomedis CSL turun 0,55 persen. Demikian laporan yang dikutip dari Xinhua. (pep)

Berita Terkait

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation
TRUE Optimistis Proyek District East Meningkatkan Laba dan Valuasi Aset

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Kamis, 17 Juli 2025 - 14:29 WIB

Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terbaru

Pers Rilis

High Tea bertema Winnie the Pooh Disney di SKAI

Jumat, 24 Jul 2026 - 03:47 WIB