Bursa Saham Australia Ikuti Pasar Global Dibuka Melemah

- Pewarta

Jumat, 12 Oktober 2018 - 03:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Sydney – Pasar saham Australia lebih rendah pada pembukaan perdagangan Jumat (12/11/2018) pagi, menyusul penurunan di pasar global, dengan kerugian berbasis luas sedikit diimbangi oleh lompatan sektor material.

Pada pukul 10.30 waktu setempat, indeks acuan S&P/ASX 200 turun 20,30 poin atau 0,35 persen menjadi diperdagangkan di 5.863,50 poin, sementara indeks All Ordinaries yang lebih luas turun 21,40 poin atau 0,36 persen pada 5.972,10 poin.

Seperti halnya kemarin, bursa Aussie mencerminkan pasar global yang bermasalah, dipimpin oleh Wall Street.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pasar saham AS jatuh untuk hari kedua setelah ‘pertumpahan darah’ di kawasan Asia Pasifik kemarin,” kata analis pasar CMC Markets, Jonathen Chan.

“Yang menarik, saham-saham AS berjalan seperti ‘roller coaster’ alih-alih jatuh ke satu arah.” Sektor material adalah salah satu dari dua sektor yang terangkat di pasar Aussie, karena investor mencari tempat yang aman di tengah badai pasar global.

“Emas, sebagai aset ‘safe-haven’ tradisional, reli paling kuat dalam dua bulan, sementara logam industri utama seperti tembaga menguat tetapi aluminium turun,” kata Chan.

“Tindakan di pasar komoditas koheren dengan nada umum menghindi risiko, namun lonjakan harga tembaga bisa menjadi tanda optimisme bahwa investor mungkin lebih memilih prospek pertumbuhan ekonomi jangka panjang atas tren ‘bearish’ jangka pendek.”
Di sektor keuangan, bank-bank besar Australia melemah, dengan Commonwealth Bank turun 0,61 persen, Westpac Bank turun 0,04 persen, National Australia Bank turun 0,58 persen dan ANZ turun 0,62 persen.

Saham-saham pertambangan menguat, dengan BHP naik 1,23 persen, Rio Tinto naik 0,90 persen, Fortescue Metals naik 2,93 persen dan penambang emas Newcrest naik 3,78 persen.

Saham-saham produsen minyak dan gas merosot, dengan Woodside Petroleum turun 1,75 persen, Oil Search turun 3,17 persen dan Santos tidak berubah.

Jaringan supermarket terbesar Australia beragam, dengan Wesfarmers tidak berubah dan Woolworths turun 0,54 persen.

Sementara raksasa telekomunikasi Telstra tergelincir 0,64 persen, maskapai penerbangan nasional Qantas naik 2,16 persen dan perusahaan biomedis CSL naik tipis 0,08 persen. (pep)

Berita Terkait

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation
TRUE Optimistis Proyek District East Meningkatkan Laba dan Valuasi Aset

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Kamis, 17 Juli 2025 - 14:29 WIB

Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terbaru