Bursa Australia Menguat Tipis, Indeks ASX 200 Bertambah 1,40 Poin

- Pewarta

Kamis, 21 Maret 2019 - 07:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bursa Australia Menguat Tipis, Indeks ASX 200 Bertambah 1,40 Poin

Mediaemiten.com, Sydney – Pasar saham Australia dibuka cenderung datar pada perdagangan Kamis pagi (21/3/2019), dengan sektor energi dan material mengimbangi kerugian untuk pasar yang lebih luas.

Pada pukul 10.30 waktu setempat, indeks acuan S&P/ASX 200 naik tipis 1,40 poin atau 0,023 persen menjadi diperdagangkan di 6.166,70 poin, sedangkan Indeks All Ordinaries yang lebih luas turun tipis 0,60 poin atau 0,0096 persen.

Kekuatan luar negeri mendukung sektor sumber daya yang mencegah kemerosotan lebih lanjut dalam indeks secara keseluruhan. Sektor energi dan material diperdagangkan sekitar setengah persen lebih tinggi.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Minyak mentah unggul setelah laporan persediaan mingguan menunjukkan penarikan 9,6 juta barel,” kata Kepala Strategi Pasar CMC Markets, Michael McCarthy.

Baca juga: Harga minyak AS naik di atas 60 dolar akibat pengetatan pasokan

“Baik minyak mentah Brent maupun West Texas telah naik kembali ke tingkat yang tidak terlihat sejak November lalu, dibantu oleh dolar yang lebih lemah. Emas terus naik sedikit, mungkin mencerminkan kekhawatiran yang sedang berlangsung serta Fed yang lebih akomodatif.”

Di sektor keuangan, bank-bank besar Australia beragam, dengan Commonwealth Bank naik 0,06 persen, National Australia Bank turun 0,20 persen, Westpac Bank naik 0,04 persen dan ANZ tidak berubah.

Saham-saham pertambangan menguat dengan BHP naik 0,97 persen, Rio Tinto naik 1,00 persen, Fortescue Metals naik 0,79 persen dan Newcrest naik 1,00 persen.

Produsen-produsen minyak dan gas terangkat, dengan Oil Search naik 1,12 persen, Santos naik 0,21 persen, dan Woodside Petroleum naik 0,61 persen.

Supermarket terbesar di Australia bervariasi, dengan Coles turun 0,94 persen dan Woolworths naik 0,16 persen.

Sementara itu, raksasa telekomunikasi Telstra tidak berubah, maskapai penerbangan nasional Qantas kehilangan 1,63 persen dan perusahaan biomedis CSL naik tipis 0,02 persen. Demikian laporan yang dikutip dari Xinhua. (pep)

Berita Terkait

Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU
PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:38 WIB

Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Berita Terbaru

Flexsys Mengumumkan Kenaikan Harga Global untuk Sulfur Tak Larut

Pers Rilis

Flexsys Mengumumkan Kenaikan Harga Global untuk Sulfur Tak Larut

Jumat, 11 Sep 2026 - 00:05 WIB