Bursa Australia Ditutup Menguat, Indeks ASX 200 Naik 4,40 Poin

- Pewarta

Rabu, 27 Maret 2019 - 01:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bursa Australia Ditutup Menguat, Indeks ASX 200 Naik 4,40 Poin

Mediaemiten.com, Sydney – Saham-saham pada Bursa Australia berakhir sedikit lebih tinggi pada perdagangan Selasa (26/3/2019), pulih dari kerugian awal berkat dukungan dari sektor industri dan material.

Pada penutupan pasar, indeks acuan S&P/ASX 200 naik 4,40 poin atau 0,072 persen menjadi 6.130,60 poin, sedangkan Indeks All Ordinaries yang lebih luas menguat 4,40 poin atau 0,071 persen menjadi 6.213,10 poin.

Bursa saham Australia telah berhasil bangkit kembali setelah beberapa hari sebelumnya jatuh. Saham-saham sektor material dan industri mendukung keuntungan, termasuk utilitas.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu, saham-saham consumer discretionaries merosot seperti halnya sektor energi karena harga komoditas lebih rendah.

Salah satu pemenang di pasar adalah raksasa supermarket Coles yang naik lebih dari dua persen, menyusul kesepakatan dengan supermarket daring terbesar di dunia, Okado, untuk berinvestasi dalam menggunakan platform-nya selama empat tahun ke depan.

Di sektor keuangan, bank-bank besar Australia sebagian besar lebih rendah, dengan Commonwealth Bank turun 0,10 persen, Westpac Bank turun 0,57 persen dan ANZ turun 0,31 persen, namun National Australia Bank naik 0,20 persen.

Saham-saham pertambangan sebagian besar lebih tinggi, dengan BHP naik 1,13 persen, Rio Tinto naik 0,72 persen dan Fortescue Metals naik 1,69 persen, namun penambang emas Newcrest turun 0,73 persen.

Produsen-produsen minyak dan gas merosot, dengan Oil Search turun 1,00 persen, Santos turun 1,30 persen, dan Woodside Petroleum turun 1,04 persen.

Supermarket terbesar di Australia bervariasi, dengan Coles melonjak 2,22 persen dan Woolworths turun 0,56 persen.

Sementara itu raksasa telekomunikasi Telstra naik tipis 0,30 persen, perusahaan penerbangan nasional Qantas kehilangan 1,11 persen dan perusahaan biomedis CSL turun 0,54 persen. Demikian laporan yang dikutip dari Xinhua. (pep)

Berita Terkait

Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU
PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:38 WIB

Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Berita Terbaru

Risen Energy Rambah Bisnis Integrasi Energi dan Komputasi Hijau

Pers Rilis

Risen Energy Rambah Bisnis Integrasi Energi dan Komputasi Hijau

Kamis, 10 Sep 2026 - 02:00 WIB