Bursa Australia Dibuka Turun Terseret Saham Industri

- Pewarta

Jumat, 12 Juli 2019 - 04:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bursa Australia Dibuka Turun Terseret Saham Industri

Mediaemiten.com, Sydney – Pasar saham Australia dibuka lebih rendah pada perdagangan Jumat pagi (12/7/2019), dengan keuntungan di sektor keuangan diimbangi dengan kerugian besar di sektor industri dan material.

Pada pukul 10.30 waktu setempat, indeks acuan S&P/ASX 200 turun 21,50 poin atau 0,32 persen menjadi diperdagangkan di 6.694,60 poin, sedangkan indeks All Ordinaries yang lebih luas kehilangan 20,00 poin atau 0,29 persen pada 6.785,80 poin.

Dengan Wall Street ditutup pada posisi tertinggi sepanjang masa, “data Indeks Harga Konsumen AS yang dirilis semalam menunjukkan inflasi inti merayap mendekati target 2,0 persen Federal Reserve pada Juni,” kata kepala strategi pasar CMC Markets, Michael McCarthy dalam rilis paginya.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Angka yang lebih tinggi dari perkiraan mendorong imbal hasil obligasi lebih tinggi lagi, dan melihat pasar suku bunga jangka pendek mundur dari pemotongan 0,5 persentase poin akhir bulan ini.”

“Meskipun berita pertumbuhan positif pasar berjangka mengindikasikan awal negatif untuk perdagangan saham Asia Pasifik,” tambahnya.

Di sektor keuangan, saham bank-bank besar Australia menguat dengan Commonwealth Bank naik 0,86 persen, Westpac Bank naik 0,75 persen, National Australia Bank naik 0,41 persen dan ANZ naik 0,55 persen.

Saham-saham pertambangan tertekan dengan BHP turun 1,21 persen, Rio Tinto turun 1,41 persen, Fortescue Metals turun 1,65 persen dan penambang emas Newcrest turun 1,60 persen.

Produsen minyak dan gas melihat hasil yang beragam dengan Woodside Petroleum turun 0,08 persen, Santos turun 0,51 persen dan Oil Search naik 2,31 persen.

Jaringan supermarket terbesar di Australia juga bervariasi dengan Wesfarmers naik 0,48 persen dan Woolworths turun 0,36 persen.

Sementara raksasa telekomunikasi Telstra turun 0,13 persen, perusahaan penerbangan nasional Qantas menguat 0,53 persen dan perusahaan biomedis CSL turun 0,36 persen. (pep)

Berita Terkait

Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU
PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:38 WIB

Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Berita Terbaru

Flexsys Mengumumkan Kenaikan Harga Global untuk Sulfur Tak Larut

Pers Rilis

Flexsys Mengumumkan Kenaikan Harga Global untuk Sulfur Tak Larut

Jumat, 11 Sep 2026 - 00:05 WIB