Bursa Australia Dibuka Melemah, Kerugian Meluas

- Pewarta

Rabu, 27 Maret 2019 - 03:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bursa Australia Dibuka Melemah, Kerugian Meluas

Mediaemiten.com, Sydney – Saham-saham pada Bursa Australia dibuka lebih rendah pada perdagangan Rabu pagi (27/3/2019), dengan kerugian meluas, semua sektor kecuali teknologi informasi cenderung menurun.

Pada pukul 10.30 waktu setempat, indeks acuan S&P/ASX 200 turun 24,30 poin atau 0,40 persen menjadi diperdagangkan di 6.106,30 poin, sedangkan Indeks All Ordinaries yang lebih luas kehilangan 21,30 poin atau 0,34 persen pada 6.191,80 poin.

Indeks-indeks Australia memulai awal yang buruk, meskipun bursa saham Eropa dan Amerika Serikat membaik semalam.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sektor sumber daya turun meskipun ada kenaikan harga minyak, sementara kebutuhan pokok konsumen, layanan kesehatan dan utilitas juga turun tajam.

Saham-saham keuangan dan komunikasi tidak begitu buruk tetapi masih tertekan. Namun, teknologi informasi menantang pasar yang lebih luas untuk pulih dengan kuat, mencerminkan pergerakan saham-saham teknologi luar negeri.

Di sektor keuangan, bank-bank besar Australia merosot, dengan Commonwealth Bank turun 0,50 persen, National Australia Bank turun 0,30 persen, Westpac Bank turun 0,89 persen dan ANZ turun 0,50 persen.

Saham-saham pertambangan sebagian besar lebih rendah, dengan BHP turun 0,05 persen, Rio Tinto turun 0,08 persen, dan penambang emas Newcrest turun 1,54 persen, namun Fortescue Metals naik 2,04 persen.

Produsen-produsen minyak dan gas beragam, dengan Oil Search turun 0,19 persen, Santos naik 0,29 persen, dan Woodside Petroleum turun 0,54 persen.

Supermarket terbesar Australia merosot, dengan Coles turun 1,55 persen dan Woolworths turun 0,46 persen.

Sementara itu raksasa telekomunikasi Telstra melemah 0,30 persen, maskapai penerbangan nasional Qantas terangkat 0,47 persen dan perusahaan biomedis CSL turun 0,72 persen. Demikian laporan yang dikutip dari Xinhua. (pep)

Berita Terkait

Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU
PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:38 WIB

Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Berita Terbaru

Flexsys Mengumumkan Kenaikan Harga Global untuk Sulfur Tak Larut

Pers Rilis

Flexsys Mengumumkan Kenaikan Harga Global untuk Sulfur Tak Larut

Jumat, 11 Sep 2026 - 00:05 WIB