MEDIA EMITEN – PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) mendapat restu dari pemegang saham untuk melakukan penambahan modal melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMTED) atau rights issue dengan menerbitkan saham baru sebanyak-banyaknya 4,6 miliar lembar saham.
Direktur Utama BTN Haru Koesmahargyo mengatakan, Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) telah menyetujui aksi korporasi untuk right issue.
“Bertindak sebagai pembeli siaga atau standby buyer yaitu pemerintah dengan porsi sekitar 60% dan publik baik lokal maupun asing sekitar 40%,” katanya dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa 18 Oktober 2022.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menjelaskan, aksi rights issue senilai Rp 4,13 triliun itu akan meningkatkan kemampuan perseroan dalam penyaluran pembiayaan ke sektor perumahan baik subsidi maupun non subsidi mengingat kebutuhan pembiayaan di sektor tersebut masih sangat besar.
“Perbankan kalau kasih pinjaman butuh likuiditas. CAR kita di bawah rata-rata 11 bank terbesar. Kita harapkan dengan tambahan modal ini, kemampuan memberikan kredit menjadi lebih besar,” kata Haru.
Sebelumnya, Komisi XI DPR RI telah menyetujui penambahan modal melalui rights issue BTN, dengan alokasi Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 2,48 triliun dan publik sebesar Rp 1,65 triliun.
Sepanjang periode Januari-Juni 2022, Bank BTN berhasil menyalurkan kredit mencapai Rp 286,152 triliun meningkat 7,61% dari posisi yang sama tahun lalu senilai Rp 265,907 triliun. Penyaluran kredit perumahan masih mendominasi total kredit perseroan pada semester I 2022.
Adapun kredit perumahan yang disalurkan Bank BTN hingga akhir Juni 2022 mencapai Rp 251,914 triliun. Dari jumlah tersebut, KPR Subsidi pada semester I 2022 masih mendominasi dengan nilai sebesar Rp 137,255 triliun, tumbuh 8,685 dibandingkan periode yang sama tahun lalu senilai Rp 126,297 triliun.
Sedangkan KPR Non Subsidi tumbuh 5,84 % menjadi Rp 85,305 triliun pada semester I 2022 dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 80,598 triliun.







