BRI Siapkan Rp1,5 Triliun, Akuisi Perusahaan Asuransi Kerugian

- Pewarta

Jumat, 4 Januari 2019 - 08:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BRI Siapkan Rp1,5 Triliun, Akuisi Perusahaan Asuransi Kerugian

Mediaemiten.com, Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia Tbk menyiapkan anggaran Rp 1,5 triliun pada tahun ini untuk mengakuisisi perusahaan asuransi kerugian atau asuransi umum.

Direktur Utama BRI Suprajarto setelah Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RPUSLB) di Jakarta, Kamis (3/1/2019), mengatakan aksi anorganik dengan mengakuisisi perusahaan asuransi kerugian dilakukan agar perseroan bisa tumbuh terakselerasi, sekaligus memanfaatkan pasar dari segmen bisnis utama perseroan di sektor mikro.

“Dana yang disiapkan untuk asuransi sekitar Rp 1,5 triliun,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Supra, panggilan akrab Suprajarto berharap proses akusisi bisnis asuransi kerugian ini rampung pada semester I 2019.

Disinggung mengenai profil calon perusahaan asuransi kerugian yang akan diakuisisi, ia enggan berkomentar banyak, hanya berujar bahwa BRI masih mengamati, membandingkan, dan selanjutnya memilih perusahaan yang akan diakuisisi.

Bank dengan laba terbesar di Indonesia itu sejak tahun lalu terus memperluas “gurita” bisnisnya dengan aksi usaha anorganik. Di tahun 2018, BRI mengakuisisi PT Bahana Dana Ventura dan PT Danareksa Sekuritas serta PT Danareksa Investment Management.

BRI juga sempat memiliki rencana untuk mengakuisisi bank. Namun harga akuisisi yang ditawarkan beberapa bank umum kegiatan usaha (BUKU) I dan BUKU II dinilai terlalu mahal.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memang mengimbau perbankan besar seperti BRI untuk berkonsolidasi dengan perbankan bermodal kecil agar fungsi intermediasi bank kecil tersebut dapat lebih efektif.

“Imbauan dari OJK kan bank BUKU I dan II, tapi mahal,” imbuh dia.

Total aset Perseroan pada 30 September 2018 tercatat Rp1.183,4 triliun tumbuh 13,9 persen (yoy). Penyaluran kredit Rp808,9 triliun tumbuh 16,5 persen (yoy). Kemudian rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) BRI secara gross tercatat 2,5 persen. (iap)

Berita Terkait

Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU
PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:38 WIB

Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Berita Terbaru

Flexsys Mengumumkan Kenaikan Harga Global untuk Sulfur Tak Larut

Pers Rilis

Flexsys Mengumumkan Kenaikan Harga Global untuk Sulfur Tak Larut

Jumat, 11 Sep 2026 - 00:05 WIB