BPS Sebut Ekspor Perlu Diperbaiki agar Ekonomi Tumbuh Optimal

- Pewarta

Kamis, 7 Februari 2019 - 01:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BPS Sebut Ekspor Perlu Diperbaiki agar Ekonomi Tumbuh Optimal

Mediaemiten.com, Jakarta – Badan Pusat Statistik menyebutkan nilai ekspor bersih yang tercatat minus pada 2018 perlu diperbaiki agar mampu mendorong pertumbuhan ekonomi secara optimal dan mencapai target sebesar 5,3 persen sesuai APBN 2019.

Kepala Badan Pusat Statisik (BPS) Suhariyanto dalam jumpa pers di Jakarta, Senin (4/2/2019), mengatakan net ekspor 2018 yang minus 0,99 persen adalah pertama kali sejak tiga tahun terakhir.

Menurut dia, net ekspor yang turun sudah terlihat sejak kuartal II 2018.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Itu menjadi salah satu pekerjaan rumah besar yang harus segera dipecahkan, karena berdampak terhadap komponen ekspor dan impor di pertumbuhan ekonomi,” ujar Suhariyanto.

Secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2018 tumbuh 5,17 persen atau belum mencapai target APBN 2018 yang sebesar 5,4 persen.

Pertumbuhan ekonomi yang sebesar 5,17 persen itu didorong oleh konsumsi rumah tangga yang tumbuh sebesar 5,05 persen secara kumulattif pada 2018 dibandingkan 4,94 persen pada 2017.

Kemudian, investasi atau pembentukan modal tetap bruto (PMTB), tumbuh 6,67 persen dibandingkan 6,15 persen pada 2017.

Selanjutnya, konsumsi lembaga nonprofit rumah tangga (LNPRT) tumbuh sebesar 9,08 persen, dan konsumsi pemerintah naik 4,8 persen.

Sedangkan, ekspor di dalam struktur PDB juga menjadi 6,48 persen. Namun, angka ekspor itu masih jauh dibanding pertumbuhan impor yang sebesar 12,04 persen.

Suhariyanto mengatakan upaya untuk menggenjot ekspor memang tidak bisa dirasakan secara jangka pendek, namun upayanya perlu dilakukan sejak saat ini.

Dia berharap upaya penerapan kebijakan B20 akan berdampak signifikan untuk peningkatkan ekspor.

Dari sisi lapangan usaha, Suhariyanto menuturkan industri pengolahan perlu menjadi perhatian. Pasalnya, hal ini sangat berkaitan dengan kinerja ekspor.

Pertumbuhan industri pengolahan terhadap PDB sepanjang 2018 melambat menjadi 4,27 persen, dengan sumbangan ke pertumbuhan sebesar 0,91.

Jika dilihat dari subsektornya, Suhariyanto menilai makanan dan minuman perlu didorong pertumbuhannya karena kontribusinya yang besar terhadap PDB. Pertumbuhan industri makanan dan minuman sebesar 7,91 persen secara kumulatif sepanjang 2018 dibandingkan 2017.

“Industri makanan dan minuman tumbuh melambat dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, di antaranya karena perlambatan produksi minyak kelapa sawit (CPO),” kata Suhariyanto. (iap)

Berita Terkait

Rochmad Widodo Jadi Pemimpin Redaksi Serambiislam.com dan Jaziranews.com, Ini Fokus SapuLangit Media
Media Saatini.com Bidik 100 Portal Media pada 2026, Buka Peluang Kemitraan Digital bagi UMKM dan Tokoh Publik
Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU
PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 23:44 WIB

Rochmad Widodo Jadi Pemimpin Redaksi Serambiislam.com dan Jaziranews.com, Ini Fokus SapuLangit Media

Minggu, 11 Oktober 2026 - 09:55 WIB

Media Saatini.com Bidik 100 Portal Media pada 2026, Buka Peluang Kemitraan Digital bagi UMKM dan Tokoh Publik

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:38 WIB

Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Berita Terbaru

Ajang Tahunan Financial Street Resmi Dibuka

Pers Rilis

Ajang Tahunan Financial Street Resmi Dibuka

Selasa, 20 Okt 2026 - 12:17 WIB