BPS : Kenaikan Harga Bawang dan Tarif Angkutan Udara Picu Inflasi Maret

- Pewarta

Selasa, 2 April 2019 - 01:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BPS : Kenaikan Harga Bawang dan Tarif Angkutan Udara Picu Inflasi Maret

Mediaemiten.com, Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kenaikan harga bawang merah, bawang putih, dan tarif angkutan udara menjadi pemicu laju inflasi pada Maret 2019 sebesar 0,11 persen.

“Inflasi pada Maret 0,11 persen, penyebab utamanya adalah bawang merah, bawang putih, dan tarif angkutan udara,” kata Kepala BPS Suhariyanto dalam jumpa pers di Jakarta, Senin (1/4/2019).

Suhariyanto mengatakan bahwa kenaikan harga bawang merah memberikan andil terhadap inflasi di kelompok bahan makanan sebesar 0,06 persen dan bawang putih sebesar 0,04 persen. Sedangkan, kenaikan tarif angkutan udara memberikan andil terhadap inflasi di kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,03 persen.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Tarif angkutan udara mengalami kenaikan yang tidak biasa pada Januari-Maret. Tapi kemarin keluar peraturan Menteri Perhubungan yang mengubah batas bawah, mudah-mudahan ini bisa membuat tarif lebih stabil,” ujarnya.

Ia menambahkan kenaikan tarif angkutan udara menjadi salah satu penyebab peningkatan inflasi di Ambon, yang menjadi kota dengan inflasi paling tinggi pada Maret 2019, sebesar 0,86 persen.

Terkait bahan pangan, meski harga bawang merah dan bawang putih mengalami kenaikan, Suhariyanto memastikan, harga bahan makanan dalam periode ini relatif stabil dan beberapa di antaranya menyumbang deflasi.

Komoditas yang mengalami penurunan harga antara lain beras, daging ayam ras dan ikan segar yang masing-masing menyumbang deflasi 0,03 persen, diikuti telur ayam ras 0,02 persen serta tomat dan wortel masing-masing 0,01 persen.

“Secara total, kelompok bahan makanan, meski ada yang mengalami kenaikan harga, menyumbang deflasi dan tidak memberikan sumbangan kepada inflasi secara keseluruhan pada Maret 2019,” ujarnya.

Berdasarkan kelompok pengeluaran, kelompok bahan makanan menjadi satu-satunya kelompok yang menyumbang deflasi pada Maret 2019 sebesar 0,01 persen.

Kelompok pengeluaran yang dominan penyumbang inflasi adalah kelompok kesehatan yang mengalami inflasi 0,24 persen diikuti kelompok sandang 0,23 persen dan kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,21 persen.

Dengan pencapaian inflasi pada Maret, inflasi tahun kalender Januari-Maret 2019 tercatat sebesar 0,35 persen dan inflasi tahun ke tahun (yoy) 2,48 persen. (sat)

Berita Terkait

Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU
PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:38 WIB

Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Berita Terbaru