BNI Cetak Laba Bersih kuartal I-2019 Rp4,08 Triliun

- Pewarta

Kamis, 25 April 2019 - 03:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Jakarta – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk mencetak laba bersih pada kuartal I-2019 sebesar Rp4,08 triliun, tumbuh 11,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp3,66 triliun.

Direktur Kepatuhan BNI Endang Hidayatullah mengatakan di Jakarta, Rabu (24/4/2019), laba bersih BNI tersebut ditopang oleh pertumbuhan penyaluran kredit perseroan.

Dengan meningkatnya penyaluran kredit, pendapatan bunga naik sebesar 12,1 persen (tahun ke tahun/yoy) sehingga pendapatan bunga bersih tumbuh dari Rp8,5 triliun pada Maret 2018 menjadi Rp8,86 triliun pada Maret 2019 atau tumbuh 4,3 persen (yoy).

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dengan pertumbuhan pendapatan bunga bersih tersebut dan ditambah oleh peningkatan pendapatan non bunga, efisiensi biaya operasional, serta terjaganya kualitas aset, BNI mampu mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 11,5 persen dari Rp3,66 triliun pada Maret 2018 menjadi Rp4,08 triliun pada akhir Maret 2019,” ujar Endang saat jumpa pers.

Kredit BNI pada kuartal pertama 2019 tumbuh sebesar 18,6 persen (yoy) yaitu dari Rp439,46 triliun pada Maret 2018 menjadi Rp521,35 triliun pada akhir Maret 2019. Pertumbuhan kredit BNI didorong oleh penyaluran kredit korporasi swasta yang tumbuh 23,3 persen (yoy) dari Rp132,67 triliun pada Maret 2018 menjadi Rp163,61 triliun pada Maret 2019.

Kredit yang disalurkan kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) juga tumbuh 26,7 persen (yoy) dari Rp83,41 triliun pada Maret 2018 menjadi Rp105,72 triliun pada Maret 2019.

“Kedua segmen ini berkontribusi sebesar 51,7 persen terhadap total kredit BNI, dengan pembiayaan pada sektor-sektor unggulan, terutama sektor manufaktur dan infrastruktur. Penyaluran kredit ke sektor manufaktur meningkat 17,5 persen dan infrastruktur tumbuh 10,3 persen,” kata Endang.

Disamping pembiayaan kepada segmen korporasi, penyaluran kredit segmen medium tumbuh 8,4 persen (yoy) dari Rp67,08 triliun pada Maret 2018 menjadi Rp72,72 triliun pada Maret 2019.

Demikian juga penyaluran kredit segmen kecil yang meningkat 18,5 persen (yoy) dari Rp57,73 triliun pada Maret 2018 menjadi Rp68,42 triliun pada Maret 2019, terutama ditopang pertumbuhan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar 30,2 persen dibandingkan Maret 2018.

“Sebagai salah satu strategi pertumbuhan pada kedua segmen ini, BNI fokus pada “supply chain financing” yaitu pemberian kredit kepada institusi-institusi yang memiliki hubungan bisnis dengan debitur segmen korporasi BNI,” ujar Endang.

Selain ketiga segmen di atas, pertumbuhan kredit BNI juga ditopang oleh meningkatnya penyaluran kredit konsumer.

BNI Fleksi (Payroll Loan) masih menjadi kontributor utama pertumbuhan segmen konsumer, yaitu meningkat 25 persen (yoy) dari Rp19,07 triliun pada Maret 2018 menjadi Rp23,85 triliun pada Maret 2019. Penyaluran kredit properti (BNI Griya) masih yang terbesar dari aspek komposisi yaitu 51,8 persen dari total kredit konsumer, dengan pertumbuhan sebesar 9,4 persen. (cit)

Berita Terkait

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation
TRUE Optimistis Proyek District East Meningkatkan Laba dan Valuasi Aset

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Kamis, 17 Juli 2025 - 14:29 WIB

Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terbaru