Bergerak Liar, Wall Street Ditutup Turun Lebih 1%

- Pewarta

Sabtu, 3 September 2022 - 07:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bergerak Liar, Wall Street Ditutup Turun Lebih 1%

Foto ilustrasi: Susana bursa saham Wall Street, AS/Dok

MEDIA EMITEN – Tiga indeks utama saham di Wall Street Wall Street turun lebih dari 1% pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB). Bergerak liar, tiga indeks yang pada awal perdagangan menguat akhirnya kembali ditutup terkoreksi.

Data yang menjadi petunjuk pergerakan saham saling beradu. Kenaikan awal sesi terjadi setelah Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan tingkat pengangguran yang sedikit lebih tinggi menjadi 3,7%, meredakan beberapa kekhawatiran Federal Reserve akan agresif dalam menaikkan suku bunga.

Data ini kemudian beradu dengan laporan penggajian non-pertanian (non-farm payroll/NFP) yang pada Agustus meningkat 315.000, menyusul revisi turun 526.000 pada Juli.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Indeks Dow Jones Industrial Average merosot 337,98 poin atau 1,07% menjadi 31.318,44 poin. Indeks S&P 500 terpangkas 42,59 poin atau 1,07% menjadi 3.924,26. Nasdaq Composite anjlok 154,27 poin atau 1,31% menjadi ditutup pada 11.630,86 poin.

Sepuluh dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona merah, dengan sektor jasa-jasa komunikasi dan real estat masing-masing jatuh 1,85% dan 1,68%, memimpin penurunan. Sementara itu, sektor energi terangkat 1,81%, merupakan satu-satunya kelompok yang memperoleh keuntungan.

Untuk minggu ini, indeks Dow melemah 3%, indeks S&P 500 merosot 3,3% dan Nasdaq Composite jatuh 4,2%. Ketiga indeks utama membukukan kerugian mingguan ketiga berturut-turut.

Pasar saham masih berada di bawah tekanan kekhawatiran pengetatan kebijakan agresif The Fed yang telah mengirim saham lebih rendah setelah mencapai level tertinggi empat bulan pada pertengahan Agustus, dengan S&P 500 jatuh sekitar 7,0 persen sejak sehari sebelum pernyataan hawkish Ketua Fed Jerome Powell pekan lalu tentang kenaikan suku bunga.

Fokus pasar sekarang bergeser ke laporan harga konsumen Agustus yang akan dirilis pertengahan bulan, data utama terakhir yang tersedia sebelum pertemuan kebijakan Fed 20-21 September.

Pasar AS akan tutup pada Senin (5/9/2022) untuk libur Hari Buruh.


Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru

CGTN Luncurkan News Pal, Asisten Berita Berbasis AI

Pers Rilis

CGTN Luncurkan News Pal, Asisten Berita Berbasis AI

Jumat, 23 Okt 2026 - 04:18 WIB