MEDIA EMITEN – Tiga indeks utama saham di Wall Street Wall Street turun lebih dari 1% pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB). Bergerak liar, tiga indeks yang pada awal perdagangan menguat akhirnya kembali ditutup terkoreksi.
Data yang menjadi petunjuk pergerakan saham saling beradu. Kenaikan awal sesi terjadi setelah Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan tingkat pengangguran yang sedikit lebih tinggi menjadi 3,7%, meredakan beberapa kekhawatiran Federal Reserve akan agresif dalam menaikkan suku bunga.
Data ini kemudian beradu dengan laporan penggajian non-pertanian (non-farm payroll/NFP) yang pada Agustus meningkat 315.000, menyusul revisi turun 526.000 pada Juli.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Indeks Dow Jones Industrial Average merosot 337,98 poin atau 1,07% menjadi 31.318,44 poin. Indeks S&P 500 terpangkas 42,59 poin atau 1,07% menjadi 3.924,26. Nasdaq Composite anjlok 154,27 poin atau 1,31% menjadi ditutup pada 11.630,86 poin.
Sepuluh dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona merah, dengan sektor jasa-jasa komunikasi dan real estat masing-masing jatuh 1,85% dan 1,68%, memimpin penurunan. Sementara itu, sektor energi terangkat 1,81%, merupakan satu-satunya kelompok yang memperoleh keuntungan.
Untuk minggu ini, indeks Dow melemah 3%, indeks S&P 500 merosot 3,3% dan Nasdaq Composite jatuh 4,2%. Ketiga indeks utama membukukan kerugian mingguan ketiga berturut-turut.
Pasar saham masih berada di bawah tekanan kekhawatiran pengetatan kebijakan agresif The Fed yang telah mengirim saham lebih rendah setelah mencapai level tertinggi empat bulan pada pertengahan Agustus, dengan S&P 500 jatuh sekitar 7,0 persen sejak sehari sebelum pernyataan hawkish Ketua Fed Jerome Powell pekan lalu tentang kenaikan suku bunga.
Baca Juga:
WEPACK 2027 Kembali Digelar di Shanghai, Satukan Seluruh Rantai Industri Kemasan
DBS Group Raih Gelar Bank Teraman di Asia untuk ke-18 Tahun Berturut-turut
Sungrow Hadirkan Solusi Microgrid Terintegrasi untuk Sektor Komersial dan Industri di Asia Tenggara
Fokus pasar sekarang bergeser ke laporan harga konsumen Agustus yang akan dirilis pertengahan bulan, data utama terakhir yang tersedia sebelum pertemuan kebijakan Fed 20-21 September.
Pasar AS akan tutup pada Senin (5/9/2022) untuk libur Hari Buruh.







