Beranda – BPS : Bahan Makanan Picu Deflasi di Jayapura

- Pewarta

Senin, 3 September 2018 - 06:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: Gedung Badan Pusat Statistik (BPS)/Dok

Foto ilustrasi: Gedung Badan Pusat Statistik (BPS)/Dok

Mediaemiten.com, Jayapura – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua mengungkapkan pada Agustus 2018 penurunan indeks kelompok bahan makanan sebesar 3,13 persen menjadi pemicu utama terjadinya deflasi di Kota Jayapura sebesar 0,90 persen.

“Pada Adustus 2018 Kota Jayapura mengalami deflasi 0,90 persen atau terjadi penurunan Indeks Harga Konsumen dari sebelumnya 136,92 menjadi 135,69,” ujar Kepala BPS Papua, Simon Sapary, di Jayapura, Senin (3/9/2018).

Ia menyebut selain bahan makanan, kelompok pengeluaran barang dan jasa lainnya yang mengalami penurunan indeks adalah, kelompok sandang 0,35 persen dan kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan 0,30 persen.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sedangkan kelompok pengeluaran barang dan jasa lainnya mengalami kenaikan indeks, antaralain kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,19 persen, kelompok perumahanm air, listrik, gas dan bahan bakar 0,08 persen dan kelompok kesehatan 0,06 persen.

“Sementara kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga pada Agustus 2018 tidak mengalami perubahan indeks,” kata dia.

Simon memperinci komoditi yang mendorong terjadinya deflasi di Kota Jayapura, di antaranya ekor kuning, cabai rawit, angkutan udara, bawang merah, cakalang asap, dan lain-lain.

Untuk komoditi yang mengalami kenaikan harga antara lain cakalang/sisik, buah pinang, daging ayam ras, daging sapi, telur ayam ras, dan lain-lain.

Ia menambahkan, inflasi tahun kalender Kota Jayapura hingga AGustus adalah 2,99 persen dan inflasi “year on year” (Agustus 2018 terhadap Agustus 2017) sebesar 4,48 persen. (dhi)

Berita Terkait

Resmi Dibuka, Astra Auto Fest 2025 Semarak Beragam Promo dari Grup Astra
Pasar Modal Indonesia Waspada, CSA Index September 2025 Terkoreksi
Strategi BUMI Kuasai Wolfram, Tambang Emas Jumbo di Queensland Australia
Analisis: Keterlambatan Laporan Keuangan Picu Asimetri Informasi di Pasar
Strategi SMMA Konversi Utang Jadi Saham, Langkah Cerdas Atasi Beban Finansial
CSA Index RI Agustus Tertinggi Sejak Awal Tahun
Strategi Baru Remala Abadi: Transaksi Saham Komisaris Tingkatkan Kontrol Bisnis
Pasca Keluar dari LQ45, SIDO Pindah Fokus dari Domestik ke Internasional

Berita Terkait

Jumat, 5 Desember 2025 - 18:00 WIB

Resmi Dibuka, Astra Auto Fest 2025 Semarak Beragam Promo dari Grup Astra

Jumat, 12 September 2025 - 22:03 WIB

Pasar Modal Indonesia Waspada, CSA Index September 2025 Terkoreksi

Rabu, 20 Agustus 2025 - 15:17 WIB

Strategi BUMI Kuasai Wolfram, Tambang Emas Jumbo di Queensland Australia

Rabu, 20 Agustus 2025 - 10:11 WIB

Analisis: Keterlambatan Laporan Keuangan Picu Asimetri Informasi di Pasar

Senin, 18 Agustus 2025 - 11:46 WIB

Strategi SMMA Konversi Utang Jadi Saham, Langkah Cerdas Atasi Beban Finansial

Berita Terbaru

Asia-Pacific Media Forum Digelar di Guangdong, Tiongkok

Pers Rilis

Asia-Pacific Media Forum Digelar di Guangdong, Tiongkok

Senin, 7 Sep 2026 - 08:13 WIB

Haier Pamerkan Ekosistem Smart Home Berbasis AI di IFA 2026

Pers Rilis

Haier Pamerkan Ekosistem Smart Home Berbasis AI di IFA 2026

Senin, 7 Sep 2026 - 04:55 WIB