Bank Bukopin Siapkan Sekuritisasi Aset Rp1 Triliun

- Pewarta

Jumat, 14 Juni 2019 - 06:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Jakarta – PT Bank Bukopin Tbk. akan me­­lakukan penggalangan dana nonkonvensional untuk mem­pertebal likuiditas, dan mendukung ekspansi bisnis perseroan.

Direktur Utama Bank Bukopin Eko Rachmansyah Gindo me­nga­takan, penggalangan dana yang akan direalisasikan pada bulan ini, yakni sekuritisasi lewat instrumen efek beragun aset (EBA). Total nilai dana yang ditargetkan dalam emisi efek kali ini berkisar Rp1 triliun.

Adapun aset yang akan diagunkan oleh perseroan berupa tagihan milik Bank Bukopin seperti kredit pemilikan rumah (KPR) dan kredit konsumer.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“ Fund raising yang kami rencanakan ditargetkan terlak­sana pada Juni ini. Kami sudah dapat rating AAA untuk EBA per­sonal credit,” kata Eko saat ditemui di Jakarta, belum lama ini.

Selain itu, perseroan berencana menghimpun dana wholesale lainnya lewat instrumen surat utang atau obligasi pada semester II/2019.

Dalam kesempatan sebe­lum­­nya, Eko mengatakan, nilai penerbitan surat berharga dimaksud berkisar Rp1 triliun—Rp2 triliun. Akan tetapi, pihaknya masih menjajaki dengan mem­perhatikan perkembangan pasar modal serta perkembangan pertumbuhan kredit.

“Untuk obligasi itu, kami akan melihat bagaimana nanti perkembangan situasi pasar, saat ini masih dalam penjajakan,” ujarnya.

Dana nonkonvensional yang didapat tersebut diharapkan dapat menunjang ekspansi bisnis emiten berkode saham BBKP itu pada 2019 yang ditargetkan sekitar 8%—9%.

Adapun, pada 5 bulan per­tama tahun ini ini, kata Eko, perkembangan penyaluran kredit perseroan masih belum terlalu signifikan dibandingkan dengan industri perbankan yang tumbuh hingga sekitar 11,55%.

“Sampai Juni kami targetkan aset tumbuh 5% secara ytd [ year-to-date ], sedangkan kredit sekitar 2%—3%. Secara tahunan atau yoy mungkin di bawah 10%. Keseluruhan sampai akhir tahun kami targetkan 8%—9%,” ungkapnya.

Penopang pertumbuhan bisnis dalam kuartal I dan II tahun ini masih didominasi oleh segmen konsumer dan usaha kecil. (*)

Berita Terkait

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation
TRUE Optimistis Proyek District East Meningkatkan Laba dan Valuasi Aset

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Kamis, 17 Juli 2025 - 14:29 WIB

Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terbaru