MEDIA EMITEN – Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia optimistis target investasi sebesar Rp1.200 triliun pada 2022 dapat tercapai. Proses perizinan end to end yang dilakukan Kementerian Investasi/BKPM dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP) diyakini dapat mendorong investasi masuk.
“Insya Allah akan semakin membaik (realisasi investasi) seiring dengan proses-proses yang dilakukan teman-teman Kementerian Investasi dan DPM PTSP di kabupaten, kota, provinsi yang sekarang mereka kerjanya end to end,” kata Bahlil dalam paparan realisasi investasi secara daring di Jakarta, Rabu, 27 April 2022.
Kementerian Investasi dan DPM PTSP, kata Bahlil. memiliki lima tugas utama mulai dari promosi, mengurus perizinan investasi, dan mengawal hingga financial closing. “Kami terus mengawal realisasi investasi hingga groundbreaking dan memulai konstruksi lalu mengawal hingga beroperasi secara komersial,” jelasnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Bahlil, perubahan regulasi lewat UU Cipta Kerja telah memberikan kemudahan yang signifikan. “Saya punya keyakinan bahwa di kuartal kedua akan jauh lebih baik dan target kami Rp1.200 triliun ke depan insya Allah akan tercapai,” katanya.
Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi pada triwulan I 2022 mencapai Rp 282,4 triliun, atau mencapai 23,5% dari target yang diminta Presiden Jokowi sebesar Rp1.200 triliun pada tahun ini.
Menurut Bahlil, berdasarkan tren yang ada, realisasi investasi pada triwulan I umumnya belum akan setinggi di triwulan-triwulan berikutnya, karena perusahaan baru selesai melakukan konsolidasi pada awal tahun dan baru akan mulai merealisasikan rencana investasi pada bulan-bulan berikutnya.
Namun, mantan Ketua Umum Hipmi itu mengatakan setiap tahun pihaknya selalu punya strategi yang berbeda-beda untuk bisa mendorong laju investasi.
Baca Juga:
“Ada strategi baku dan ada improvisasi strategi. Improvisasi strategi ini disesuaikan dengan kondisi ekonomi global dan kondisi Tanah Air. Tapi seperti biasanya, tidak mungkin secara gamblang saya ceritakan karena nanti dijiplak negara lain. Begitu dijiplak negara lain, saya nggak bisa lagi mengatur teman-teman dalam bagaimana menarik investasi,” pungkas Bahlil.




