Mediaemiten.com, Jakarta – Pergerakan nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada awal pekan Senin (5/11/2018) pagi ini menguat sebesar 26 poin menjadi Rp14.955 dibandingkan posisi sebelumnya Rp14.981 per dolar AS.
“Kurs rupiah bergerak menguat menjelang rilis data pertumbuhan ekonomi triwulan ketiga 2018 yang diperkirakan tumbuh 5,20 persen (year on year),” kata Ekonom Samuel Sekuritas, Ahmad Mikail, di Jakarta, Senin (5/11/2018).
BACA JUGA : Rupiah Jumat Pagi Menguat Sebesar 41 Poin
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut dia, meski pertumbuhan ekonomi diperkirakan melambat dibandingkan periode sebelumnya, namun masih cukup kuat menjaga kepercayaan pelaku pasar terhadap ekonomi nasional.
“Ekspektasi positif investor terhadap ekonomi Indonesia masih kuat,” katanya.
Analis senior CSA Research Institute Reza Priyambada mengatakan mata uang rupiah melanjutkan apresiasi terhadap dolar AS. Sentimen mengenai inflasi yang dianggap stabil masih memberikan sentimen positif pada rupiah.
“Kali ini rupiah juga mendapat sentimen positif dari Bank Indonesia yang menyatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia masih solid dan telah menyiapkan sejumlah antisipasi untuk menghadapi gejolak ekonomi global,” katanya.
Baca Juga:
Techman Robot Bidik Pasar Manufaktur Cerdas Asia Tenggara di Pameran Otomatisasi Thailand
Fortune Umumkan Daftar 500 Perusahaan Terbesar di Asia Tenggara Tahun 2026
Ia memprediksi mata uang rupiah akan bergerak di kisaran Rp14.935-Rp14.965 per dolar AS pada awal pekan ini (5/11). Masih adanya sentimen positif dari dalam negeri diharapkan dapat mempertahankan posisi rupiah di area positif. (zub)






