Asing Net Sell Rp 1,3 Triliun, IHSG Koreksi 0,7%

- Pewarta

Jumat, 7 Oktober 2022 - 19:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Asing Net Sell Rp 1,3 Triliun, IHSG Koreksi 0,7%

Foto ilustrasi: pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia /Dok

MEDIA EMITEN –Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) terkoreksi 49,84 poin atau 0,7% menjadi 7.026,78 pada penutupan perdagangan Jumat 7 Oktober 2022.

IHSG tertekan karena investor asing menjualsebagian saham-saham unggulan (blue chips) dengan mencatatkan jual bersih (net foreign sell) sebesar Rp 1,3 triliun di pasar reguler dan Rp 1,35 triliun di seluruh pasar.

Lima saham dengan net foreign sell terbanyak yakni PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 459,53 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 336,33 miliar, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 225,39 miliar, PT Astra International Tbk (ASII) Rp 183,03 miliar, dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 82,47 milliar.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Fokus pasar masih pada sentimen global terkait kebijakan suku bunga Bank Sentral AS (The Fed). Pasar menanti rilis data pasar tenaga kerja AS yaitu US Non-Farm Payrolls atau NFP nanti malam di tengah kegelisahan mengenai risiko terjadinya resesi ekonomi global.

Investor berharap data NFP akan membantu membujuk bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (Fed), bahwa lima kenaikan suku bunga tahun ini sudah mulai menampakkan hasil sehingga sudah bisa memperlambat rencana kenaikan suku bunga acuan lebih lanjut.

Penurunan IHSG seiring dengan koreksi bursa saham Asia lainnya, antara lain Indeks Nikkei melemah 195,19 poin atau 0,71% ke 27.116,11, Indeks Hang Seng turun 272,1 poin atau 1,51% ke 17.740,05, dan Indeks Straits Times terkoreksi 5,75 poin atau 0,18% ke 3.145,81.

Dibuka melemah, IHSG menghabiskan waktu di zona merah hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih tak mampu beranjak dari teritori negatif sampai penutupan bursa saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sembilan sektor terkoreksi dengan sektor infrastruktur turun paling dalam 1,29%, diikuti sektor transportasi dan sektor keuangan masing-masing turun 1,13% dan 0,73%.
Sedangkan dua sektor meningkat yaitu sektor energi dan sektor barang baku masing-masing sebesar 1,48% dan 0,06%.

Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu BUMI, PNBS, LPPF, NZIA, dan RMKE. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni META, NASI, HOKI, SLIS, dan JKON.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.199.349 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 26,89 miliar lembar saham senilai Rp12,25 triliun. Sebanyak 178 saham naik, 360 saham menurun, dan 152 tidak bergerak nilainya.

Berita Terkait

Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya
PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis
RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan
Ketahui Fungsi Platform Payment di Indonesia, Mudah dan Aman untuk Transaksi Bisnis
Mega Jaya, Lebih dari Sekadar Distributor Lifting Equipment
Nikmati Liburan dengan Rental Mobil Bandung Lepas Kunci
Perkuat Struktur Pendanaan Jangka Panjang, BRI Fokus Himpun Dana Murah
BRImo Siap Layani Kebutuhan Transaksi Finansial Kapan Saja, Liburan Lebih Tenang

Berita Terkait

Sabtu, 8 November 2025 - 04:56 WIB

Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya

Rabu, 8 Oktober 2025 - 10:55 WIB

PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis

Senin, 22 September 2025 - 17:21 WIB

RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan

Jumat, 19 September 2025 - 21:34 WIB

Ketahui Fungsi Platform Payment di Indonesia, Mudah dan Aman untuk Transaksi Bisnis

Jumat, 12 September 2025 - 07:09 WIB

Mega Jaya, Lebih dari Sekadar Distributor Lifting Equipment

Berita Terbaru