MEDIA EMITEN – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup naik 9,96 poin atau 0,28% menjadi 7.070,08 pada akhir perdagangan Rabu 9 November 2022.
Penguatan IHSG diiringi dengan aksi beli oleh investor asing (net foreign buy) sebesar Rp 343,83 miliar di seluruh pasar. Sementara itu, di pasar reguler tercatat aksi beli asing dengan net buy sebesar Rp 316,94 miliar.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, tujuh sektor meningkat di mana sektor teknologi naik paling tinggi yaitu 1,7% diikuti sektor properti & real estat dan sektor keuangan masing-masing 0,79% dan 0,49%. Sedangkan empat sektor terkoreksi dimana sektor energi turun paling dalam yaitu minus 1,16%, diikuti sektor transportasi dan sektor barang konsumen primer masing-masing minus 0,85% dan minus 0,19%.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu BSBK, KDTN, BABP, PICO, dan FIRE. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni NANO, ASSA, INDY, RAFI, dan PTBA.
Untuk saham-saham LQ45 yang mengalami penguatan terbesar yaitu BUKA, GOTO, EMTK, INCO, dan TINS. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni INDY, PTBA, ADRO, ITMG, dan UNVR.
Pasar mencermati perhitungan sementara hasil pemilihan sela kongres AS yang dapat memberikan gambaran pergeseran kekuatan politik serta rilis data inflasi (CPI dan PPI) Tiongkok. Selain itu, investor juga mengantisipasi rilis data inflasi (CPI) bulan Oktober AS nanti malam.
Hasil pemilu sela AS akan memutuskan apakah Partai Demokrat akan kehilangan atau justru mempertahankan kendali di badan legislatif AS untuk paruh kedua masa pemerintahan Presiden Joe Biden.
Baca Juga:
Wafra Raih Kemenangan Tiga Kategori di Global Islamic Finance Innovation Awards 2026
Sinergi Unggulan: Dreame Gandeng Cristiano Ronaldo sebagai Global Ambassador
Partai Republik diprediksi mampu merebut lima kursi yang mereka butuhkan untuk mengendalikan House of Representatives (DPR) AS namun kendali atas Senat (DPD) AS berlangsung ketat dan akan tergantung pada hasil perhitungan suara di beberapa negara bagian.
Secara historis, pasar saham cenderung mencatatkan kinerja yang lebih baik di bawah Pemerintah AS yang terpecah, terutama ketika Partai Demokrat menguasai Gedung Putih. Kinerja yang lebih baik itu disebabkan oleh terjadinya kebuntuan politik yang mencegah kedua partai politik membuat perubahan kebijakan yang drastis.
Data inflasi (CPI) AS yang akan dirilis nanti malam juga akan menarik perhatian investor dengan pakar ekonomi memprediksi penurunan pada laju inflasi menjadi 0,5 persen (mom) atau 6,5 persen (yoy).
Dibuka melemah, IHSG tak lama menguat dan mayoritas menghabiskan waktu di zona hijau sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG bergerak variatif namun berhasil menguat jelang penutupan bursa saham.
Baca Juga:
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.408.906 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 27,74 miliar lembar saham senilai Rp12,05 triliun. Sebanyak 244 saham naik, 261 saham menurun, dan 195 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei melemah 155,68 atau 0,56% ke 27.716,43 indeks Hang Seng turun 198,79 atau 1,2% ke 16.358,52, indeks Shanghai terkoreksi 16,32 poin atau 0,53% ke 3.048,17, dan indeks Straits Times menguat 19,67 poin atau 0,63% ke 3.165,5.








